menu
search

Usir Kejenuhan Napi Perempuan, Lapas Karangasem Segera Buka Jasa Laundry

Sabtu, 23 Februari 2019 : 11.45
Suasana Blok Napi Perempuan Lapas Karangasem, Bali
Karangasem - Tak dipungkiri menjalani hari-hari di dalam penjara dalam waktu lama membuat para napi perempuan terus didera kejenuhan. Pihak Lapas Karangasem berencana membuat kegiatan untuk mengusir rasa jenuh dengan membuka jasa laundry dan pembuatan canang atau upakara untuk persembahayangan.

Lapas Karangasem blok perempuan, mendapat kunjungan khusus dari ibu ibu Persit Kartika Candra Kirana cabang 37 Kodim 1623 Karangasem, Jumat 22 Februari 2019. Kepala Lapas Karangasem Karangasem Rockidam mengungkapkan, kegiatan napi dan tahanan blok perempuan selama ini, tidak begitu banyak.

Mereka juga terkadang jenuh. Sehingga kunjungan dari ibu ibu persit seperti ini sangat berguna dan menghibur anak anak binaan tersebut. "Ke depan kami berencana membuat Catering dan juga buka jasa cucian atau laundry," terangnya.

Hal itu dilakukan, agar mereka ada kegiatan dan juga punya kesibukan. Selain itu mereka juga bisa mendapatkan nafkah tambahan. Sementara, kunjungan dipimpin Ketua Persit Nyonya Bima Santosa.

Hadir juga saat itu Pembina Persit Karangasem Letkol Inf Bima Santosa yang juga Dandim Karangasem.

Saat ini, Lapas Karangasem di huni 258 orang termasuk napi perempuan. Dengan kondisi ini, Lapas sudah over load melebihi kapasitas daya tampung. Sesuai ketentuan Lapas Karagasem kapasitasnya hanya 158 orang.

Kalapas sangat terbuka dengan kunjungan seperti ini. Bagimanapunm mereka di tahanan bosan dan jenuh. Kunjungan seperti ini akan sangat menghibur mereka. Dalam kunjungan, Persit membawa bingkisan buat napi perempuan.

Kunjungan kali ini juga dalam rangka HUT Persit. Ke depan menurut Nyonya Bima, akan dilakukan kunjungan rutin. "Sekalipun dinyatakan bersalah, namun mereka ini belum tentu juga orang jahat. Bisa saja mereka khilaf dan perlu tetap mendapat perhatian secara manusiawi," tuturnya.

Nyonya Bima mengaku, baru kali ini bisa berkunjung ke Lapas. Awalnya dia takut berkunjung karena informasinya ketat dan seram seram. “Ternyata tidak serem, malah penghuninya cantik dan ramah ramah,” ucapnya. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua