menu
search

Tim Peneliti Anak Muda Denpasar Borong Emas di Kompetisi Thailand

Kamis, 14 Februari 2019 : 03.00
Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra memberikan selamat kepada para peneliti muda yang mengukir prestasi di Thailand
DENPASAR - Tim Peneliti Anak Muda Kota Denpasar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) berhasil meraih 7 Special Award, 10 Medali emas, 9 perak dan 5 tingkat Internasional dalam ajang kompetensi Thailand Inventors Day 2019.

Tim yang beranggotakan 24 siswa itu sukses mengukir prestasi di Bangkok Internasional Trade Exhibition Center (BITEX), Thailand tanggal 2-6 Februari 2019 lalu. Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra berbangga memiliki warga yang hebat dalam prestasi tingkat dunia.

Guna memberikan motivasi, Rai Mantra berharap, agar para peneliti diberi dukungan, karena menurutnya meraih juara diluar negeri itu susah bahkan beliau belum pernah merasakan juara di luar negeri.

Dia mengaku tidak bisa berkata-kata apa-apa karena dirinyapun belum pernah meraih juara di luar negeri dan baru sempat juara dilevel nasional.

"Pemerintah Kota Denpasar ada juara internasional hanya di predikat 9 tentang Kota Sehat. Maka dari itu prestasi yang diraih para peneliti muda itu sangatlah luar biasa," ungkap Rai Mantra saat ramah tamah dengan para peneliti muda, Rabu (13/2/2019).

Para peneliti di Kota Denpasar sekarang sudah ada di sekolah swasta seperti SMP PGRI 3 Denpasar. Meskipun mereka baru pertama kali mengikuti penelitian tingkat internasional ini, namun mereka mampu bersaing dan bisa menaikkan grade sekolahnya.

"Ini sangat luar biasa sekali, maka dari itu harus didukung secara penuh, dan Pemkot Denpasar secara konsisten dan berkelanjutan untuk mendukung perkembangan peneliti muda," ujarnya.

Salah satu peserta SMAN 3 Denpasar yang Meraih 2 Special Award dan 2 Medali Emas Mutiara Diva Ramadhani mengaku senang pertama kali mengikuti lomba penelitian sudah berhasil meraih 2 Special Award dan 2 Medali Emas di tingkat internasional.

Ia mengaku dua penelitian yang diikuti mengambil judul Bioasphalt from Apus Bamboo (Gigantochloa apus) Stem Waste dan Genit Spray Bio-repellent for a Aedes Ageypti from Gumitir Flower Extract.

Menurutnya mengikuti 2 penelitiannya mengalami kesulitan di dalam membagi waktu, mengapal materi dan berhadaptasi karena dua kelompok yang diikuti memiliki sifat yang berbeda-beda. "Meskipun demikian astungkara kami bisa meraih 2 special award dan 2 medali emas," ucapnya. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua