menu
search

SNI Ubah Kesan Kumuh dan Tingkatkan Daya Saing Pasar Rakyat

Selasa, 12 Februari 2019 : 13.56
Peresmian Pasar Rejowinangun Magelang menjadi Pasar Rakyat ber-SNI/humas bsn
MAGELANG - Penerapan SNI kepada pasar rakyat-pasar rakyat di Indonesia guna lebih meningkatkan daya saing dan membangun pasar lebih profesional sekaligus mengubah kesan kumuh.

Selama in, kesan masyarakat terhadap pasar rakyat adalah kumuh dan becek. Tapi, kesan itu sekarang bisa hilang dengan menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Pasar Rakyat.

"SNI Pasar Rakyat ini disusun guna memudahkan pelaku pasar dalam mengelola dan membangun pasar secara profesional, serta memberdayakan komunitas pasar, ujar Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Badan Standardisasi Nasional (BSN), Zakiyah saat meresmikan Pasar Rejowinangun menjadi Pasar Rakyat ber-SNI di Kota Magelang, Jawa Tengah, Selasa (12-2-2019).

Wali Kota Magelang, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Magelang turut hadir dalam peresemian itu.

Menggandeng Yayasan Danamon Peduli (YDP), BSN memberikan pendampingan kepada pasar rakyat yang berkomitmen untuk menerapkan SNI Pasar Rakyat.

Pasar Rejowinangun mendapat sertifikasi SNI 8152: 2015 Pasar Rakyat dengan kategori mutu 2 untuk pasar tipe 1 (jumlah pedagang lebih dari 750 orang). Pasar ini menjadi pasar ke- 5 di Jawa Tengah dan pasar ke- 30 di seluruh Indonesia yang bersertifikasi SNI.

"Penerapan SNI pasar rakyat tidak hanya menguntungkan para pedagang, tapi juga menguntungkan para konsumen. Hal ini karena SNI Pasar rakyat menekankan faktor kebersihan, kesehatan, keamanan dan kenyamanan," terangnya.

Diketahui, beberapa hewan dapat bersifat menularkan penyakit, seperti lalat, tikus, kecoa, bahkan nyamuk. Dalam persyaratan SNI Pasar Rakyat, hewan-hewan tersebut tidak boleh ada.

Di pasar rakyat disediakan timbangan di pintu keluar sehingga pembeli bisa melakukan pengecekan terhadap kesesuaian berat barang yang dibelinya. Hal ini juga sebagai pendorong agar para pedagang selalu mengecek kebenaran alat timbangannya.

"Yang tidak kalah penting, Pasar Rakyat harus ramah bagi para Ibu menyusui," sambungnya.

Karenanya, dalam SNI Pasar Rakyat, mensyararkan ruang menyusui yang nyaman dan tertutup, serta fasilitas untuk menyimpan ASI. Jadi, total ada 34 persyaratan teknis yang harus dipenuhi untuk memperoleh sertifikasi SNI Pasar Rakyat.

Dalam program pendampingan penerapan SNI Pasar Rakyat, BSN yang memberikan bimbingan teknis, konsultasi, monitoring dan evaluasi penerapan SNI bagi pasar-pasar yang terpilih.

"Sedangkan untuk perbaikan kondisi fisik pasar, menjadi fokus dari Yayasan Danamon Peduli, terang Zakiyah. Pemerintah berkomitmen memberdayakan dan meningkatkan daya saing pasar rakyat sehingga perlindungan terhadap konsumen, pedagang dan pengelola pasar juga makin baik.

"Saya yakin, dengan pengelolaan yang baik, Pasar Rejowinangun dapat menjadi rumah ekonomi dan rumah budaya Indonesia yang mempunyai daya saing dengan tetap mempertahankan kearifan lokal," demikian Zakiyah. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua