menu
search

SD Muhammadiyah 2 Denpasar Dukung Pengurangan Sampah Plastik

Jumat, 08 Februari 2019 : 13.56
Sosialisasi perang melawan sampah plastik di SD Muhammadiyah 2 Denpasar
DENPASAR - SD Muhammadiyah 2 Denpasar turut melaksanakan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Untuk itu, terus disosialisasi semua pihak dalam memerangi sampah plastik yang menjadi persoalan serius di Pulau Bali.

Pihak sekolah mengundang wali murid untuk dibekali pengetahuan bahaya sampah plastik dan cara kreatif membuat kantong penggantinya dari bahan-bahan tangga yang mudah ditemui, salah satunya baju bekas yang disulap jadi tas.

Brdasarkan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdiskpora) Kota Denpasar, seluruh instansi, baik perkantoran dan sekolah negeri maupun swasta wajib mendukung Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018.

Pergub tersebut tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai dan Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.

"Sekolah cukup besar (menyumbang sampah plastik), terutama yang sekali pakai, lalu juga stereoform," jelas Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2 Denpasar, Mokhamad Nur Isro, Jumat (8/2/2019).

"Sekolah diharuskan secara bertahap mendukung pengurangan sampah plastik ini," kata Nur Isro 19. SD Muhammadiyah 2 Denpasar sendiri mengeluarkan beberapa kebijakan untuk mendukung program tersebut.

"Salah satunya mengimbau kepada wali murid untuk menyiapkan bekal bagi anaknya dari rumah. Atau, membeli makanan untuk sarapan dan makan siang melalui cathering sekolah," ucapnya di sela sosialisasi pengurangan sampah plastik dan solusi penggantinya di SD Muhammadiyah 2 Denpasar.

Langkah lainnya adalah mengubah jam istirahat siswa. Tujuannya agar siswa tak pergi berbelanja ke luar sekolah, di mana hampir sebagian besar jajanan menggunakan bahan plastik sebagai pembungkusnya.

"Kami juga memanggil pihak kantin agar menghindari makanan dengan kemasan plastik. Kami memiliki 812 siswa. Dengan jumlah itu, tentu produktivitas sampah plastik amat besar," katanya.

Tapi secara bertahap, semaksimal mungkin penggunaan plastik kita kurangi. Botol minuman dari orangtua yang permanen, jangan yang sekali buang," ujarnya.

Meski kebijakan itu baru mulai Januari diberlakukan seiring dengan peraturan tersebut, namun mampu menekan penggunaan plastik di SD Muhammadiyah 2 Denpasar. Sebanyak 50 persen sampah plastik berhasil dikurangi. Nur Isro bersyukur atas pencapaian itu. Sebab, jika tidak peduli, Bali terancam tertimbun sampah plastik.

"10 sampai 15 tahun ke depan Bali bisa dibanjiri sampah plastik. Saya sampaikan begini agar kita bisa renungi, agar mengurangi sampah plastik sekali pakai. Ini harapan kami agar semua pihak mendukung," ujarnya.

Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Aisyiyah Provinsi Bali, Setyarti menuturkan, ada tiga langkah penting untuk mengurangi sampah plastik. Ia menyebutnya dengan 3R yakni Reduce, Reuse dan Recycle.

"Reduce adalah mengurangi penggunaan plastik. Reuse yakni menggunakan kembali, memanfaatkan kembali dan Recycle melakukan daur ulang," paparnya.

Menurutnya, saat ini telah banyak restoran dan minimarket yang tak lagi menyediakan sampah plastik. Meski belum bisa terlihat hasilnya dalam waktu dekat, tapi Setyarti optimistis upaya ini mampu membuat Bali jadi zero sampah plastik.

"Kalau dari hasil kita masih dalam proses karena Pergub dan Perwali itu efektif berlaku sejak 1 Januari. Dalam waktu satu tahun ke depan baru bisa terlihat hasil akumulasi secara angka," ucapnya.

Sosialisasi gencar yang dilakukan pihaknya membuahkan hasil. Ibu-ibu yang berbelanja ke pasar kini telah membawa tas dari bahan sejak dari rumah.

"Kita bersyukur proses sosialisasi telah membuahkan hasil. Ibu-ibu kalau belanja sudah menyiapkan tas dari bahan kain dari rumah. Kita optimistis dalam satu tahun akan secara signifikan menekan sampah plastik," ucapnya.

Dalam konteks keislaman, memerangi sampah plastik juga memiliki dasar kuat dalam Alquran dan Hadist. Landasan kegiatannya ialah surat Al-Baqarah ayat 30, surat Ar-Rum ayat 41, Al-Qasas ayat 77, Ar-Rahman ayat 7 dan 8 serta surat Al-A'raf ayat 85. Mari dari sekarang mengurangi plastik itu.

"Mari kita dukung program Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar. Kita support dan sukseskan agar bisa mengurangi sampah plastik ini," ajaknya. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua