menu
search

Sambut Revolosi Industri 4.0, Pemerintah Minta Penguatan Kurikulum Sekolah

Minggu, 24 Februari 2019 : 07.08
Jakarta - Pemerintah meminta penguatan kurikulum di sekolah-sekolah dalam menyambut datangnya revolusi industri 4.0 dengan kesiapan sumber daya manusia.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dalam Sarasehan Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941 yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat di Gedung Nusantara V, Kompleks Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Senayan, Jakarta, Sabtu 23 Februari 2019.

Luhut menegaskan kesiapan pemerintah Republik Indonesia menyambut era teknologi digital yang kerap disebut sebagai Revolusi Industri 4.0.

“Kita harus melakukan leap-frog untuk mengejar ketertinggalan dan saat ini fondasinya tengah disiapkan,” kata Luhut dalam acara Sarasehan Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941 yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat di Gedung Nusantara V, Kompleks Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Senayan, Jakarta, Sabtu 23 Februari 2019.

Luhut menuturkan, Presiden Joko Widodo menginstruksikan penguatan kurikulum di sekolah-sekolah, untuk mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia di era teknologi artificial intelligence dan machine learning.

Untuk itu, pemerintah terus mendorong integrasi data terbuka dengan kebijakan seperti one map policy dan penerapan e-government dengan kebijakan seperti online single submission untuk registrasi usaha di Indonesia.

Pembicara ketiga, AAGN Ari Dwipayana, staf khusus Presiden Republik Indonesia, menjelaskan kesiapan pemerintah menghadapi era komunikasi yang inklusif dan terbuka dengan menampung masukan publik dalam perumusan kebijakan.

“Pemerintah makin responsif, transparan, akuntabel dan berorientasi melayani,” katanya. Ia mengajak umat Hindu membangun sistem big data untuk memetakan potensi dan kebutuhan umat di seluruh Indonesia.

“Potensi ekonomi dan kolaborasi sesama pengusaha Hindu misalnya, bisa dikembangkan jika kita punya data yang lengkap mengenai kondisi mereka,” katanya.

Yohannes Kurnia Widjaya pembicara terakhir, menjelaskan pengalamannya membangun teknologi robotik dan mengajak hadirin untuk tidak takut menghadapi revolusi industri 4.0. “Peran manusia tidak akan tergantikan, namun justru naik kelas,” katanya. Yohannes adalah pionir sekolah robot di berbagai daerah di Indonesia.

Acara sarasehan ditutup Angayubhagya memperingati 60 tahun PHDI. Robot pelayan buatan Yohannes Kurnia Widjaya memeriahkan acara dengan mengantarkan potongan tumpeng pada Dhama Adhyaksa dan para pinandita yang hadir.

Ketua Umum Panitia Pelaksana Perayaan Hari Nyepi Tahun Baru Caka 1941, Samudra Gina Antara, menegaskan bahwa tema Sarasehan Nasional dipilih untuk menjawab tantangan bagi bangsa Indonesia dalam menyongsong era Industri 4.0 dan mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs).

“Kami ingin membuka diskusi yang berfokus pada kesejahteraan umat manusia, sejalan dengan ajaran Tri Hita Karana yakni mendorong kualitas spiritual manusia dengan Tuhan, juga manusia dengan sesama dan manusia dengan alam/lingkungan,” katanya.

Sementara, Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya menjelaskan bahwa perayaan Nyepi adalah momentum kontemplatif untuk perenungan diri. Di penghujung tahun Caka, Umat Hindu dihimbau untuk melihat ke belakang, melakukan evaluasi atas hal-hal yang telah terjadi sepanjang tahun yang akan segera berlalu.

“Bangsa yang kuat dan sejahtera, hanya dapat terbentuk bila masyarakatnya mencapai kondisi yang oleh ajaran Hindu disebut Jagadhita, yaitu terpenuhinya Dharma (kebenaran), Artha (kesejahteraan) dan Kama (kesenangan),” katanya.

PHDI senantiasa mendorong setiap upaya menuju penguatan kedaulatan berbangsa dan bernegara itu.

Sarasehan Nasional ini sendiri dihadiri 750 umat Hindu se-Jabodetabek, pimpinan organisasi-organisasi Hindu tingkat nasional, para ketua majelis agama Hindu se-Indonesia yang merupakan repesentasi umat Hindu seluruh Nusantara dan undangan dari berbagai instansi dan tokoh lintas agama.

Rangkaian acara Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun baru Caka 1941 juga ditandai dengan pelaksanaan Bhakti Sosial di Pandeglang (Banten), Lombok (Nusa Tenggara Barat) dan Palu (Sulawesi Tengah), sejak 23 Februari 2019.

Acara Tawur Agung dilaksanakan pada 6 Maret 2019 di Pelataran Candi Prambanan. Sementara itu acara puncak berupa Dharma Santi Nasional sebagai penutup rangkaian acara akan diadakan di Art Center Denpasar, Bali pada 6 April 2019 dan rencananya dihadiri Presiden Joko Widodo. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua