menu
search

Revolusi Mental, Gubernur Bali Minta Kearifan Lokal Masuk Kurikulum Pendidikan

Kamis, 21 Februari 2019 : 05.41
Gubernur Bali I Wayan Koster saat berdialog dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA se-Bali
DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster meminta kearifan lokal Bali seperti tata krama, integritas dan kedisiplinan masuk ke dalam kurikulum pendidikan di Bali sehingga bisa nyambung dalam mewujudkan program revolusi mental.

Pendidikan berbasis kearifan lokal dapat menambah kurikulum nasional yang sudah ada dan akan menambah daya saing masyarakat Bali. Koster menyampaikan, saat bertemu dengan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se-Bali di ruang kerjanya, Rabu (20/2/2019).

Koster mengatakan, jika ini dijalankan dunia pendidikan di Bali akan bertambah maju. Menurutnya jika dunia pendidikan sudah memiliki integritas tak akan ada lagi praktik nilai yang direkayasa.

“Kalau ini dijalankan bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas dan nyambung dengan revolusi mental,” tegas Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini.

Ia mengajak para kepala sekolah untuk turut mendesain konsep pendidikan ini sehingga ilmu kearifan lokal yang selama ini ditinggalkan bisa hidup kembali dan melengkapi ilmu-ilmu yang saat ini diadopsi.

Menurutnya kearifan lokal ini akan menjadi faktor pembeda anak-anak Bali dengan anak-anak lain di Indonesia. “Kalau yang bapak-bapak jalankan sekarang di sekolah kan pengetahuan yang diberikan kepada semua anak di republik ini,” ujarnya.

Ketua MKKS SMA se-Bali yang hadir dalam audensi sepakat dan mendukung gagasan Gubernur Koster untuk menghidupkan kearifan lokal di dalam pendidikan masyarakat Bali. “Jika kebijakannya sudah dirumuskan, kami akan melaksanakannya di sekolah,” kata Ketua MKKS SMA Kota Denpasar Ketut Suyastra. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua