menu
search

Presiden Tegaskan Ekonomi RI Sehat Ditopang Investasi dan Ekspor

Selasa, 19 Februari 2019 : 09.32
Presiden Jokowi saat mengunjungi kegiatan produksi di Pabrik Mayogra Group, Tangerang/biro pers setpres
TANGERANG - Presiden Joko Widodo menegaskan sebuah negara bisa memiliki perekonomian yang kuat jika ditopang dua hal yakni investasi yang banyak dan nilai ekspor yang besar. Kepala Negara menegaskan hal itu, saat menghadiri pelepasan kontainer ekspor ke-250.000 Mayora Group di Pabrik PT Mayora Indah Tbk., Cikupa, Kabupaten Tangerang, Senin, 18 Februari 2019.

Dalam kunjungannya itu, Jokowi bangga ada produk dengan merek asli Indonesia yang telah "menjajah" lebih dari 100 negara. Beberapa negara tujuan ekspor tersebut antara lain Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, negara-negara di kawasan ASEAN, hingga negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika.

"Menjajah dalam artian masuk ke pasarnya. Bukan kita dimasuki, tapi kita memasuki. Ini yang penting," ucapnya memberi pengertian. Ada dua faktor kunci yang akan menjadikan ekonomi bangsa Indonesia sehat, yaitu peningkatan investasi dan ekspor.

Ada dua yang akan menjadikan ekonomi Indonesia sehat. Yang pertama, investasi harus banyak. Yang kedua, ekspornya harus gede. "Hanya itu saja, enggak ada yang lain. Kalau ini bisa dilakukan, ekonomi kita akan tumbuh dengan baik," katanya menegaskan.

Guna meningkatkan ekspor dan investasi yang menjadi dua kunci utama keberhasilan ekonomi Indonesia, Presiden berharap adanya kerja sama dan kolaborasi yang baik antara pihak perusahaan swasta dengan pemerintah.

"Sehingga yang tadi saya katakan bahwa kunci keberhasilan ekonomi Indonesia adalah ekspor dan investasi itu betul-betul bisa kita lakukan dengan baik, untuk mewujudkan kemakmuran kita bersama," tukasnya.

Mantan Wali Kota Solo iti lantas membeber strategi lainnya dalam menggenjot ekspor yaitu dengan penetapan industri yang menjadi prioritas. Dirinya telah menyampaikan kepada Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan untuk menetapkan industri makanan dan minuman sebagai prioritas karena pertumbuhannya yang pesat.

Di samping itu, penyederhanaan regulasi juga dipandang Presiden sebagai salah satu kunci untuk meningkatkan ekspor. Demikian halnya dengan investasi yang berkaitan dengan barang ekspor atau produk-produk substitusi impor yang juga diberikan kemudahan.

Sebab, dia menilai kuncinya di situ, untuk memperbaiki neraca perdagangan kita, untuk memperbaiki neraca transaksi berjalan. "Semua sudah mengarah, hanya memang nanti misalnya ada hal-hal yang enggak baik perlu dikoreksi yah kita koreksi. Yang paling penting kecepatan ekspor harus didorong," tutupnya. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua