Presiden Jokowi Akui HMI Banyak Lahirkan Intelektual Muda

Rabu, 06 Februari 2019 : 06.14
Presiden .Jokowi saat menghadiri perayaan HUT ke-72 tahun HMI/biro pers setpres
JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasinya kepada Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang dinilai banyak melahirkan intelektual muda. Menurutnya, kader-kader HMI juga selalu menjunjung keislaman dan keindonesiaan.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri acara Peringatan 72 Tahun HMI dan Syukuran Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional.

Acara digelar di kediaman Ketua Dewan Penasihat Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa (KAHMI) Akbar Tandjung, di Jalan Purnawarman, Jakarta Selatan, Selasa, 5 Februari 2019.

"Tadi Bang Akbar menyampaikan mengenai masalah keislaman dan keindonesiaan. Inilah yang sejak lama saya kagumi dari kader-kader HMI di mana pun berada," puji Jokowi. Lanjut Kepala Negara, selain menghasilkan intelektual-intelektual muda yang sangat banyak, mengenai keislaman keindonesiaan benar-benar selalu dijunjung kader HMI.

Indonesia dianugerahi Allah beranekaragam suku, agama, adat, tradisi, hingga bahasa yang harus dijaga persatuannya. "Kekayaan itu menjadi salah satu aset besar bangsa Indonesia," katanya menegaskan.

Semua kekayaan itulah yang menjadi tanggung jawab bersama untuk terus memelihara, merawat, menjaga persatuan dan kerukunan. "Karena aset besar bangsa ini adalah persatuan, persaudaraan, dan kerukunan," tegas Jokowi lagi.

Di sela acara, mantan Wali Kota Solo itu diberi kain ulos oleh perwakilan keluarga pahlawan nasional Lafran Pane. Untuk diketahui, pendiri HMI 72 tahun yang lalu ini dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden pada 9 November 2017 lalu.

"Kandidat untuk ditetapkan jadi pahlawan nasional cukup banyak. Tapi beliau pahlawan nasional yang sangat layak kita berikan gelar kepada beliau," ungkapnya. Di bagian akhir sambutan, Presiden menyampaikan ucapan selamat hari lahir ke-72 tahun bagi keluarga besar HMI. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru