menu
search

Presiden Harapkan Media Arus Utama Jadi Rumah Penjernih Informasi

Sabtu, 09 Februari 2019 : 13.20
Presiden Jokowi mengajak insan pers terus menjalankan perannya dalam memberikan harapan bagi bangsa/biro pers setpres
SURABAYA - Presiden Joko Widodo mengharapkan media arus utama bisa menjadi rumah penjernih informasi di tengah berkembangnya media sosial yang cukup massif di era digital.

Kepala Negara mengungkapkan, saat ini setiap orang bisa menjadi wartawan dan bisa menjadi pemimpin redaksi, juga bisa menciptakan kegaduhan, membangun ketakutan, serta pesimisme.

“Di tengah suasana seperti ini, saudara-saudara insan media arus utama, justru sangat dibutuhkan menjadi rumah penjernih informasi," tegas Jokowi dalam sambutan pada puncak Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2019 di Grand City Convention and Exhibition Hall, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (9/2/2019).

Dalam situasi seperti itu, media arus utama dibutuhkan untuk menyajikan informasi yang terverifikasi serta bisa menjalankan peran sebagai communication of hope, dibutuhkan untuk memberi harapan kepada bangsa.

Kini, peran utama media semakin penting antara lain dalam mengamplifikasi kebenaran dan menyingkap fakta, terutama di tengah keganasan pascafakta dan pasca kebenaran.

“Kita wajib mengatasi dampak buruk gejala pascakebenaran dan pascafakta itu. Media arus utama diharapkan mampu menjaga dan mempertahankan misinya untuk mencari kebenaran, misinya untuk membangun optimisme,” tegas Jokowi.

Pada bagian lain, Jokowi mengungkapkan, sejalan ekspansi jaringan internet, perkembangan media sosial juga melompat sangat tinggi. Disebutkan, saat ini, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 143,26 juta jiwa atau 54,68% dari total populasi.

“Dari jumlah ini 87,13% mengakses layanan media sosial,” sebutnya. Seringkali yang viral di media sosial kata Jokowi, biasanya menjadi rujukan dan bahkan tidak jarang menjadi rujukan media-media konvensional.

Kendati begitu, mengutip Edelman Trust Barometer 2018, bahwa media konvensional atau media arus utama ternyata tetap lebih dipercaya dibandingkan dengan media sosial. Situasi itu cukup membanggakannya sehingga pada momentum ini, Jokowi-menyqmpaikan ucapan selamat kepada insan media arus utama atas kepercayaan masyarakat.

Dia melanjutkan, pemerintah memaparkan tentang capaian pembangunan, tujuannya adalah agar masyarakat mendapatkan informasi jelas, ikut memanfaatkan capaian pembangunan yang ada, membangun optimisme, serta mengajak apa yang harus diperjuangkan bersama.

Apa yang disampaikan pemerintah tentang capaian pembangunan itu, hendaknya jangan terburu-buru itu dianggap sebagai pencitraan atau kampanye. Itu adalah bagian dari upaya membentuk masyarakat yang sadar informasi.

Presiden berharap media menjadi amplifier atas informasi tentang pembangunan, termasuk kekurangan yang harus dibenahi bersama-sama.

Insan pers diajak untuk terus meneguhkan jati dirinya sebagai sumber informasi yang akurat bagi masyarakat, mengedukasi masyarakat, dan meneguhkan jati dirinya untuk tetap melakukan kontrol sosial, serta memberikan kritik konstruktif.

Presiden juga menegaskan, pemerintah menjamin prinsip kemerdekaan pers dan kebebasan berpendapat.

“Kebebasan yang dipandu oleh tanggung jawab moral, kebebasan yang beretika, dan kebebasan sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Pers dan Undang-Undang Penyiaran,” katanya menegaskan. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua