menu
search

Pastikan Keamanan Penerbangan, Ratusan Power Bank dan Korek Api Dimusnahkan di Bandara Bali

Rabu, 27 Februari 2019 : 09.56
Co GM PT Angkasa Pura 1 (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai  Sigit Heriyanto memimpin acara pemusnahan barang terlarang masuk prohibited item
Denpasar - Ratusan power bank hingga korek api yang termasuk barang "Prohibited Items" milik penumpang dimusnahkan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Benda-benda yang dimusnahan terdiri dari 268 unit power bank, 1 kardus korek api, dan 1 kardus benda tajam yang meliputi gunting, pisau cutter dan pisau.

Pemusnahan barang terlarang yang disaksikan jajaran terkait di lingkungan bandara itu, dilakukan di Posko Keamanan Terpadu, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Rabu (27/2/2019). Pemusnahan barang milik penumpang baik domestik maupun internasional itu merupakan sitaan dari petugas Avsec Airport security dalam kurun Januari hingga Oktober 2018.

Langkah pemusnahan ini bagian dari Komitmen Manajemen Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai terhadap Program Keselamatan dan Keamanan Penerbangan Nasional.

Co. General Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sigit Herdiyanto, mengungkapkan, benda-benda yang dibawa penumpang, yang tidak sesuai dengan aturan berlaku, dilakukan penyitaan sebelum dapat dibawa masuk ke dalam badan pesawat udara.

“Sebagai pengelola salah satu Bandar Udara tersibuk dan terpenting di negeri ini, tentunya keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi satu poin penting yang diperhatikan oleh manajemen,” ujar Sigit dalam sambutannya.

Dijelaskan, aktivitas transportasi udara  membutuhkan standar keselamatan dan keamanan yang ekstra. semua itu, diatur oleh berbagai aturan, baik peraturan yang dikeluarkan oleh lembaga internasional, maupun oleh Pemerintah Indonesia sendiri.

Disampaikan, sejumlah dasar hukum yang mengatur keselamatan dan keamanan penerbangan, terdapat sejumlah aturan yang secara spesifik mengatur tentang barang terlarang atau prohibited items yang dibatasi dalam penerbangan.

Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2017 (PM 80 Tahun 2017), benda-benda seperti power bank, korek api, dan sejumlah benda tajam, dianggap termasuk dalam kategori prohibited items.

Barang-barang tersebut, berpotensi dapat digunakan untuk melumpuhkan, melukai, dan menghilangkan nyawa orang lain, serta dapat digunakan untuk melakukan tindakan melawan hukum.

Manajemen PT. Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali, terus menerus berkomitmen dalam memastikan kondisi keselamatan dan keamanan penerbangan.

Pihaknya, selain melakukan sosialisasi dan kampanye kepada pengguna jasa Bandar Udara dengan menggandeng sejumlah komunitas Bandar Udara, manajemen Bandar Udara melalui unit Airport Security Department juga menerapkan secara tegas aturan tentang pembatasan prohibited items ke dalam pesawat udara.

Sesuai  PM 80 Tahun 2017, benda terlarang berupa power bank dapat dimusnahkan setelah 3 bulan tidak diambil pemilik. Sedangkan untuk benda sitaan berupa korek api, gunting, dan benda tajam lainnya, dimusnahkan setiap sebulan sekali.

Dalam kategorinya sebagai limbah B3 (barang beracun dan berbahaya), pemusnahan power bank dan korek api dilakukan secara khusus di TPS limbah Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai agar tidak mencemari lingkungan.

Sigit mengakui, mengingat jumlah prohibited items tersita yang cukup banyak, hal ini menjadi indikasi bahwa kampanye keselamatan dan keamanan penerbangan secara berkesinambungan, harus terus menerus diberikan kepada pengguna jasa Bandar Udara.

Keselamatan dan keamanan penerbangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola Bandar Udara, maskapai, serta institusi komunitas Bandar Udara, melainkan juga menjadi tanggung jawab penumpang.

"Pengetahuan penumpang terkait ketentuan prohibited items_sangat diperlukan dalam rangka menciptakan situasi penerbangan yang aman, selamat, dan nyaman," tuturnya didampingi Airport Security Departemen Head I Made Sudiarta.

Dalam aturan, power bank yang dibawa ke dalam pesawat udara harus disimpan sebagai bagasi kabin, bukan sebagai bagasi tercatat.

Adapun kapasitas bank daya yang diizinkan adalah berkapasitas kurang dari 100 Wh. Untuk power bank berkapasitas 100 hingga 160 Wh, dapat dibawa masuk dengan ketentuan harus dengan seizin maskapai penerbangan, serta hanya boleh sejumlah 2 unit per penumpangnya.

Sedangkan untuk kapasitas lebih dari 160Wh dan power bank yang tidak terdapat keterangan kapasitas, dilarang untuk dibawa masuk ke dalam pesawat, sehingga harus ditinggalkan pada saat penumpang memasuki pemeriksaan keamanan di dalam terminal Bandar Udara.

Penumpang dapat membawa korek api untuk masuk ke dalam pesawat udara jika korek api tersebut memiliki bahan penyerap. Sedangkan untuk benda tajam seperti gunting, pisau cutter  dan pisau lainnya, harus didaftarkan dalam bagasi tercatat.

Airport Security Departemen Head Bandara Ngurah Rai, I Made Sudiarta, menambahka pemusnahan barang barang-barang terlarang itu juga bertujuan guna menghindari pencemaran lingkungan.

"Saya himbau pengguna jasa penerbangan untuk kooperatif, memahami barang yang dibawa bagasi maupun barang dibawa ke kabin demi kelancaran dan kenyaman dalam penerbangan," imbuhnya. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua