menu
search

Pamerkan Pelaku Narkoba, Kapolresta Denpasar Diprotes Forum Rehabilitasi Napza Bali

Selasa, 26 Februari 2019 : 14.20
Forum Rehabilitasi Napza Bali menyampaikan surat terbuka terkait rilis media Polresta Denpasar
Denpasar - Forum Rehabilitasi Napza Bali memprotes langkah Polresta Denpasar yang mempertontonkan para pelaku narkoba di muka umum saat dihelatnya Car Free Day Kawasan Renon Denpasar.

Polresta Denpasar memamerkan atau mempertontonkan 23 orang tersangka kasus penyalahgunaan Napza kepada masyarakat umum saat Car Free Day Renon tepatnya di depan patung Padarakan Rumeksa Gamapati (PRG), Minggu, 24 Februari 2019.

Sejak itu, muncul tanggapan pro dan kontra di masyarakat terkait langkah kepolisian yang dimaksudkan sebagai pesan edukasĂ­ agar masyarakat menjauhi dan tidak menggukan napza.

Hanya saja, menurut aktivis FRNB ada norma-norma etika yang membuat para tersangka kemungkinan besar akan menanggung beban malu seumur hidupnya dan mendapatkan stigma atau mungkin diskriminasi

Koordinator FRNB Erijadi Sulaiman mengungkapkan pihaknya menghormati keinginan kepolisian untuk memberikan rasa efek jera kepada pelaku narkoba. Hanya saja, dia hanya mempertanyakan dasar hukum kepolisian untuk mempertontonkan wajah pelaku narkoba apalagi dengan kondisi tangan dan kaki diborgol.

"Kami atas nama Forum Rehabilitasi NAPZA (Narkotika Alkohol Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya) Bali (FRNB) menyatakan tidak simpati dengan cara-cara seperti itu," tegasnya dalam konferensi pers di Denpasar, Selasa (26/2/2019).

Karena itu, FRNB menyampaikan surat terbuka kepada Kapolresta Denpasar, guna menanyakan alasan dasar hukum terkait postingan dari akun instagram @PolrestaDenpasar yang memamerkan 23 tersangka tangkapan Narkoba selama bulan Februari 2019 di Car Free Day Renon kepada masyarakat umum.

Diketahui FRNB, terdiri dari lkatan Konselor Adiksi Indonesia (KAI Provinsi Bal). Yayasan Kesehatan Bali (Yakeba), Yayasan Generasi Bisa (Gerasa), Yakita Bali, Yayasan Anargya, Yayasan Bali Mercusuar, Ikatan Korban Napza (IKON Bali), Jaringan Indonesia Positif (JIP Provinsi Bab), Perempuan Tangguh Inspirasi Wahana Imbas NAPZA (PERTIWI Bali).

Kepolisian diingatkan, agar membenahi kerja yang tidak sesuai dengan norma-norma etika. "Pada prinsipnya kami sangat mendukung kerja kepolisian dalam melakukan penindakan hukum yang menyangkut permasalah NAPZA, namun ini sangat tidak mendukung dengan program yang kami jalankan dalam penanggulangan NAPZA," tegas Erijadi.

FRNB merupakan, sekumpulan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Komunitas di Bali yang selama ini fokus dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan Penanggulangan Narkotika. Belum diperoleh tanggapan dari Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan atas surat terbuka yang dilayangkan Forum Rehabilitasi Napza Bali. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua