menu
search

Menteri Susi Usul Denda Rp 5 Juta Bagi Pembuang Sampah ke Laut

Rabu, 06 Februari 2019 : 21.04
TRENGGALEK - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengusulkan pengusaha ikan yang membuang sampah ke laut dikenai denda Rp5 juta. Hal itu disampaikan Susi di sela kegiatan bersih pantai. Kali ini, bertepatan kunjungan kerja di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Rombongan KKP bersama masyarakat Trenggalek melakukan bersih pantai di Pantai Prigi 360, Kecamatan Watulimo, Selasa (5/2/2019). Kegiatan dipimpin langsung yang didampingi Bupati Trenggalek Emil Dardak, Wakil Bupati Trenggalek Muhammad Nur Arifin, dan beberapa pejabat Eselon I KKP.

Usai melakukan bersih pantai, rombongan bertolak ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi untuk bertemu nelayan, pemilik kapal, pelaku usaha perikanan, dan Ibu-ibu penggiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dalam sambutannya, Menteri Susi menyampaikan pujian terhadap indahnya pelabuhan alam Trenggalek yang disebutnya sebagai pantai terbaik di selatan Pulau Jawa.

“Bukan buatan manusia, buatan Tuhan yang Maha Esa, luar biasa. Besar (pantainya), luas teluknya, bentengnya pulau-pulau, lautannya dalam, saat ini masih bersih belum kotor,” pujinya.

Namun kata Menteri Susi, pantai yang indah ini bisa berubah jadi kotor dan bau jika tidak dijaga dengan baik. Karenanya, dia mengimbau agar masyarakat dan kapal-kapal penangkap ikan tidak membuang sampah ke laut, baik berupa oli bekas, atau sampah-sampah rumah tangga, utamanya plastik.

Menurutnya, jika perlu, syahbandar lingkungan PPN Prigi dapat membuat aturan denda bagi kapal-kapal yang kedapatan melanggar.

“Yang buang sampah dendanya Rp5 juta, yang lapor dapat Rp2,5 juta. Jadi tidak perlu Satpol PP dan polisi mengawasi. Karena masyarakat, ABK-nya akan mengawasi kelakuan para pengusaha-pengusaha pemilik kapal,” cetusnya.

Ia juga mengimbau agar nelayan tidak membawa kantong plastik (kresek) saat melaut. Ia mengajak masyarakat untuk beralih menggunakan _ganepo_ atau ember yang dapat digunakan berulang sehingga tidak mencemari lingkungan.

Menurutnya, satu kantong plastik baru dapat terurai selama 450 tahun di alam. Jika kebiasaan membuang sampah di laut tidak segera dihentikan, diprediksi 3 juta ton sampah yang kini berada di lautan Indonesia, tahun 2030 mendatang akan semakin banyak, melebihi jumlah ikan yang ada di perairan kita.

Begitu pula dengan pedagang di pingir pantai diminta untuk tidak menyediakan sedotan plastik atau kemasan plastik lainnya.

Menteri Susi mencontohkan, darurat sampah yang terjadi di laut Indonesia bahkan telah membuat nelayan yang menangkap ikan dengan jaring arad di pinggir pantai lebih banyak mendapatkan sampah plastik ketimbang ikan.

Tak hanya perkara sampah plastik, keberlanjutan usaha perikanan masih menjadi perhatian Menteri Susi. Ia meminta masyarakat nelayan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan yang ada di alam.

Salah satunya dengan tidak menggunakan alat tangkap bermata jaring terlalu rapat/kecil yang tidak selektif dalam penangkapan. “Purse seine (salah satu alat tangkap) tolong diatur agar mata jaringnya tidak terlalu kecil. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua