Masyarakat Bali Diminta Sebarkan Virus Kedamaian dan Lakukan Pengendalian Diri

Senin, 18 Februari 2019 : 16.56
Gubernur Bali I Wayan Koster (kanan) bertemu rombongan Yayasan Studi Spiritual Brahma Kumaris Indonesia
DENPASAR - Di tengah situasi seperti sekarang di Tanah Air khususnya memanasnya suhu politik menjelang Pemilu dan Pilpres masyarakat Bali diminta menjaga kedamaian dan melakukan pengendalian diri.

Harapan itu disampaikan Koordinator Nasional Yayasan Studi Spiritual Brahma Kumaris Indonesia Didi Janaki saat audiensi dengan Gubernur Bali I Wayan Koster di ruang kerja kantor Gubernuran, Renon, Denpasar, Senin (18/2/2019).

Didi mengatakan, misi dari Brahma Kumaris adalah ketenangan dan kedamaian pikiran. “Jika tidak damai sulit kita melakukan segala sesuatu dengan positif,” tuturnya. Di tengah situasi dalam negeri seperti sekarang ini, Didi berharap masyarakat Bali bisa menyebarkan virus kedamaian dan positif dengan mengontrol diri sendiri.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster berharap keberadaan lembaga spiritual Hindu yang ada di Bali bisa memperkuat tatwa orang Bali. "Saya harapkan bisa berjalan dengan baik, tidak bertabrakan dengan adat dan budaya Bali," kata Koster menegaskan.

Sementara, Ketua Yayasan Studi Spiritual Brahma Kumaris Gusti Ngurah Oka menyampaikan apresiasinya atas apa yang telah dilakukan Gubernur Wayan Koster di awal pemerintahannya, khususnya di bidang adat dan budaya.

Ia berharap, apa yang dilakukan Gubernur Koster dapat menciptakan keharmonisan di Bali sesuai dengan tujuan Brahma Kumaris. Hal sama disampaikan, Wakil Ketua Bidang Kependidikan Sabha Pandita PHDI Pusat Ida Pandita Mpu Nabe Daksa Yaksa Acharya Manuaba, bahwa yayasan Brahma Kumaris bukanlah sebuah aliran.

Sebaliknya sebagai sebuah lembaga studi Hindu, pengetahuan akan tatwa memperkuat pelaksanaan upakara. “Tatwa ini bisa memperkuat ritual keagamaan adat yang ada di Bali,” ujarnya. (rhm)

Rekomendasi