menu
search

Masuki 55 Tahun, AP I Berkomitmen Hadirkan Keramahan Khas Indonesia

Sabtu, 23 Februari 2019 : 19.43
GM Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi
Badung - Memasuki usianya ke 55 tahun PT. Angkasa Pura I (Persero) membangun visi baru yakni "Penghubung dunia yang lebih dari sekedar operator bandar udara dengan keunggulan layanan yang menampilkan keramahtamahan khas Indonesia".

Setiap tanggal 20 Februari menjadi hari istimewa bagi PT. Angkasa Pura I (Persero). karena sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang beroperasi dalam bidang kebandarudaraan itu, diperingati hari jadinya yang kini memasuki usia 55 tahun.

Selama lebih dari setengah abad sudah PT. Angkasa Pura I (Persero) membaktikan diri untuk melayani negeri.

Di tahun 2019 ini, PT. Angkasa Pura I (Persero) memperbaharui visinya menjadi lebih progresif, dari sebelumnya yakni "Menjadi Salah Satu dari Sepuluh Perusahaan Pengelola Bandar Udara Terbaik di Asia”, berubah "Menjadi Penghubung Dunia yang Lebih dari Sekedar Operator Bandar Udara dengan Keunggulan Layanan yang Menampilkan Keramahtamahan Khas Indonesia".

Visi baru ini tentu diikuti misi baru pula, di mana dalam misi barunya, berniat memberikan layanan global baik dalam standar keselamatan, keamanan, dan kenyamanan terbaik. Juga turut meningkatkan nilai pemangku kepentingan; menjadi mitra pemerintah dan penggerak pertumbuhan ekonomi; meningkatkan daya saing perusahaan melalui kreatifitas dan inovasi.

Selain itu, memberikan kinerja pelayanan bandar udara yang prima dalam memenuhi harapan stakeholder melalui pengelolaan sumber daya manusia; serta memberikan kontribusi positif pada kelestarian lingkungan.

"Keenam misi baru tersebut menjadi tujuan bagi perusahaan untuk dapat dicapai ke depannya," tutur GM Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi dalam keterangan resminya.

Sesuai misi menjadi mitra pemerintah dan penggerak pertumbuhan ekonomi, di tahun 2018 lalu kinerja PT. Angkasa Pura I (Persero) mengalami pertumbuhan positif. "Dari sisi trafik telah melayani 96,5 juta penumpang di 13 Bandar Udara, tumbuh 7,6% jika dibandingkan dengan tahun 2017 dengan 89,7 juta penumpang," imbuhnya.

Selain itu, terjadi peningkatan pelayanan penumpang yang sangat signifikan, yaitu sebesar 13% dibanding tahun 2017. Selama 2018 lalu, sejumlah 23,7 juta penumpang telah terlayani, termasuk di dalamnya sejumlah 6 juta wisatawan manca negara pada tahun lalu.

Pada puncak peringatan hari jadi PT. Angkasa Pura I (Persero) di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus menyampaikan pencapaian dan target yang hendak dicapai di usia perusahaan yang baru.

“Di tahun 2019 ini, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai memiliki target 24,7 juta penumpang," sebutnya. Dengan target ini, maka Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai akan mengkontribusikan 24,4% dari target seluruh Bandar Udara di Indonesia yang dikelola oleh AP1.

Terkait target 24,7 juta penumpang pada tahun 2019, hal ini merupakan puncak dari kapasitas Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai pada skala nyaman.

Tahun ini, sedang dilakukan kajian awal untuk pengembangan Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai baik pada sisi terminal, runway, taxiway, apron, dan sisi darat dalam pemenuhan masterplan untuk mencapai kapasitas hingga 37,6 juta penumpang pada tahun 2023.

Salah satu peran perusahaan BUMN, yaitu sebagai agent of developmen, melalui peran ini, PT. Angkasa Pura I (Persero) diwajibkan untuk turut serta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, serta pengembangan daerah.

Potensi multiplier effects yang akan muncul ini diharapkan akan semakin meningkatkan peran Bandar Udara bagi masyarakat Bali pada umumnya, dan bagi masyarakat desa penyangga Bandar Udara khususnya. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua