menu
search

KKP Tangkap Kapal Perikanan Berbendera Malaysia di Selat Malaka

Selasa, 12 Februari 2019 : 18.08
Kapal penangkap ikan berbendera Malaysia yang ditangkap tim KKP/humas kkp
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menangkap kapal perikanan asing yang diduga melakukan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal. Kapal berbendera Malaysia diduga sedang melakukan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI).

Sebelumnya, 2 (dua) KIA ilegal berbendera Malaysia juga ditangkap Tim KKP pada tanggal 2 Februari 2019. Kali ini KKP berhasil menangkap 1 (satu) KIA yang juga berbendera Malaysia di laut teritorial Selat Malaka, Senin (11/2/2019).

Nilanto mengungkapkan penangkapan 1 (satu) KIA Malaysia dengan nama KM. PKFB 217 (49,71 GT) dengan Nakhoda dan 4 (empat) orang Anak Buah Kapal (ABK).

"Semua ABK berkewarganegaraan Myanmar, ditangkap sekitar pukul 09.00 WIB dalam operasi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan yang dilaksanakan oleh KP. Hiu Macan Tutul 002," tutur ungkap Plt. Direktur Jenderal PSDKP, Nilanto Perbowo, di Jakarta (12/2/2019).

Kapal ditangkap, saat sedang melakukan penangkapan ikan di WPP-NRI tanpa dilengkapi dengan dokumen perizinan yang sah dari Pemerintah RI. Selain itu, kapal tersebut menggunakan alat tangkap yang dilarang (trawl), serta ditemukan adanya hasil tangkapan berupa ikan berbagai jenis sekitar 2.000 (dua ribu) kilogram.

Kapal diduga melanggar Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp. 20 milyar.

Selanjutnya, kapal dikawal menuju Pangkalan PSDKP Batam, dan diperkirakan tiba Kamis (14/2/2019) untuk proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua