menu
search

Jokowi Ingin Dana Desa Jatim Capai Rp19 Triliun Berputar di Pedesaan

Minggu, 03 Februari 2019 : 07.37
Presiden Joko Widodo saat sosialisasi prioritas penggunaan dana desa tahun 2019 di Provinsi Jawa Timur/biro pers setpres
SURABAYA - Presiden Joko Widodo mengapresiasi serapan atau realisasi penggunaan Dana Desa di Provinsi Jawa Timur yang cukup tinggi mencapai angka 99,6 persen di tahun 2018. Bahkan, dana desa di Jatim misalnya telah mencapai Rp19 Triliun.

"Hal ini bisa tercapai karena kerja keras dan militansi seluruh pihak terkait utamanya para pendamping desa," ujar Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019 di Provinsi Jawa Timur. Acara ini dihelat di DBL Arena, Kota Surabaya, pada Sabtu, 2 Februari 2019.

Kepala Negara melihat dibanding provinsi-provinsi lain, di Jawa Timur ini pendamping desa begitu militan untuk desanya masing-masing. "Tadi saya dibisiki Pak Menteri Desa, realisasi di 2018 berapa persen, Pak Menteri? 99 persen. Sangat sangat tinggi sekali," katanya.

Dalam empat tahun pelaksanaan Dana Desa, Provinsi Jawa Timur telah mendapatkan Rp19 triliun. Presiden berpesan agar uang sebesar itu tidak kembali ke kota atau bahkan kembali ke Jakarta. Ia berpesan agar uang-uang itu berputar terus dari desa ke desa.

Presiden menjelaskan, dengan perputaran uang yang semakin banyak di desa, maka kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat. "Teorinya adalah semakin uang beredar di desa-desa, kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat. Itu teori ekonomi yang tidak bisa diutak-atik lagi," ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Kepala Negara memaparkan beberapa capaian Dana Desa selama empat tahun. Sejak digulirkan pada tahun 2015, sejumlah Rp187 triliun telah digelontorkan pemerintah ke desa melalui program Dana Desa ini.

"Kita lihat dari Rp187 triliun sampai akhir 2018 telah dibangun 191.000 kilometer jalan desa, panjang sekali," jelasnya.

Dari Dana Desa juga telah dibangun sebanyak 24.000 Posyandu, 50.000 PAUD, dan 8.900 pasar desa yang tersebar di seluruh Tanah Air. Selain itu, sejumlah infrastruktur lain seperti irigasi, embung, air bersih, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dibangun juga merupakan buah dari program Dana Desa ini.

"Artinya ini sebuah pekerjaan besar yang banyak selesai. Tetapi memang sering ketutup karena pembangunan jalan tol, airport dan pelabuhan besar. Padahal ini lebih fundamental menurut saya," kata Presiden.

Ke depan, kata Presiden, selain untuk pembangunan infrastruktur, Dana Desa ini penggunaannya digeser ke pemberdayaan ekonomi dan inovasi-inovasi desa. Misalnya, pengembangan desa yang memiliki potensi wisata yang baik.

Ia contohkan, Desa Umbul Ponggok di Jawa Tengah. Setelah digarap dengan baik, kini desa tersebut bisa menghasilkan pendapatan hingga Rp14 miliar per tahun dari sektor wisata. Daerah lain juga bisa mengerjakan ini dengan pola yang sama tapi mungkin produknya berbeda. Kenapa tidak.

"Sekali lagi potensi kekuatan desa sekarang ini menjadi sebuah fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi di Tanah Air kita," demikian Jokowi. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua