menu
search

JCSI Berangkatkan Puluhan Peserta Magang Kerja ke Jepang

Jumat, 22 Februari 2019 : 15.24
Sebanyak 32 peserta magang berbagai daerah diberangkatkan ke Jepang
Denpasar - Sebanyak 32 peserta magang program perawat diberangkatkan ke Jepang oleh PT Japan Care Support Indonesia (JCSI) melalui Bali. Pemberangkatan para peserta magang dari berbagai daerah itu, dilaksanakan di kampus JCSI dan IHS Tukad Badung, Denpasar, Jumat (22/2/2019).

Acara pemberangkatan disaksikan para pimpinan asosiasi perusahaan penerima perawat di Jepang, pimpinan JCSI & IHS, para pejabat Dinas Tenaga Kerja Lombok Tengah dan para pimpinan SMK.

Para pimpinan lembaga yang hadir Direktur PT. JSCI Jalaludin Arakara, Direktur PT. Japan Care Support Indonesia Fujii Noriyuki. Selain itu, hadir Kadis Tenaga Lega Lombok Tengah Masrun, Kabid Bina Lattas Lombok Tengah Mardin serta Kepala Desa Jangkang Mutawali.

Juga para perwakilan LPK Nusa Tenggara Bersatu, PT Indonesia Human Support, PT.Japan Care Support Indonesia dan PT Japan Care Support Cooperative. Dalam kesempatan itu, diserahkan juga sertifikat kepada para peserta yang sudah dinyatakan lulus untuk magang sebagai tenaga perawat.

Kadis Tenaga Kerja Kabupaten Lombok Tengah Masrun menyambut baik pemberangkatan tenaga magang yang cukup banyak disuplai dari warga Lombok Tengah.

Hal ini membuktikan, bahwa SDM dari daerah seperti Lombok Tengah bisa bersaing dan diterima pasar internasional. Dengan bekal kemampuan Bahasa Jepang dan ketrampilan teknis dalam merawat warga Jepang yang lanjut usia, tentunya akan menambah daya saing SDM para lulusan SMK.

"Mereka selama bekerja di Jepang bisa menambah pengetahuan dan pengalaman yang nantinya bisa diterapkan saat kembali ke daerah," tuturnya.

Pihaknya mendorong para lulusan SMK seperti jurusan kesehatan atau pariwisata untuk mengikuti pendidikan di LPK-LPK yang ada di NTB, agar bisa cepat bekerja di luar negeri dengan pendapatan cukup menjanjikan.

Banyak hal positif didapat selama mengikuti pelatihan maupun nantinya setelah bekerja di Jepang. Bagaimana para peserta magang ini bisa belajar nilai kedisiplinan, kerja keras dan menghargai orang.

Direktur PT JCSI Jalaluddin (kanan) dan Presiden Direktur Asosiasi Perusahaan-perusahaan penerima perawat Jepang Fujii Noriyuki
Sementara itu Direktur PT.JCSI Jalaludin mengungkapkan, prospek lapangan kerja di Jepang sangat terbuka lebar khususnya seperti perawat orang lansia yang populasinya semakin meningkat.

Kebutuhan setiap tahunnya untuk tenaga Kaigo atau perawat Lansia mencapai 1000 orang dan itu belum mampu dipenuhi oleh tenaga kerja asal Indonesia. "Kami ke depan targetkan bisa mengirim 1000 tenaga perawat lansia ke Jepang," tutur putra asal Lombok yang juga pernah peserta magang di Jepang itu.

Pihaknya memberi kesempatan kepada para lulusan SMK atau mereka yang ingin bekerja ke Jepang, untuk mengikuti pendidikan dan latihan di LPK. Mereka dibekali keterampilan dan keahlian teknis termasuk Bahasa Jepang.

"Selama pendidikan gratis karena mendapat bantuan pihak Jepang, hanya membayar untuk biaya hidup selama pelatihan dan itu bisa dipotong gaji saat mereka sudah bekerja," sambungnya. Sampai saat ini, JCSI yang berkantor pusat di Bali itu, telah mengirim tenaga magang ke Jepang, totalnya sampai 3000 orang. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua