menu
search

Gubernur Koster Tegaskan Komitmen Perkuat Keberadaan LPD di Bali

Jumat, 15 Februari 2019 : 21.00
Gubernur Bali I Wayan Koster
DENPASAR - Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan komitmennya tetap memperkuat keberadaan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali meskipun telah diusulkan pergantian namanya menjadi Labda Pecingkreman Desa.

Hal itu disampaikan, Gubernur Wayan Koster saat mengadakan ramah tamah dengan Kepala LPD se-Bali di Gedung Jayasabha, Jumat (15/2/2019).

Di hadapan 1.100 Kepala LPD yang hadir, Koster yang didampingi Ketua Pansus Perda Desa Adat I Nyoman Parta dan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra menegaskan komitmennya untuk memperkuat kebedaraan LPD.

Lebih dari itu, Koster juga meyakinkan bahwa tak ada sedikitpun niatnya menghapus jejak sejarah. “Tidak mungkinlah saya ada niat menghapus sejarah, tidak benar itu,” ujarnya.

Soal gagasan perubahan kepanjangan LPD yang tertuang dalam Ranperda Desa Adat, Koster mengatakan bahwa hal itu bertujuan untuk mengantisipasi resiko jangka panjang. Keberadaan LPD diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Lembaga Keuangan Mikro.

Koster meminta, Kepala LPD mencermati Ayat 3 Pasal 39 UU tersebut yang berbunyi “Lembaga Perkreditan Desa dan Lumbung Pitih Nagari serta lembaga sejenis yang telah ada sebelum Undang-Undang ini berlaku, dinyatakan diakui keberadaaannya berdasarkan hukum adat dan tidak tunduk pada Undang-Undang ini”.

Mencermati bunyi ayat dalam pasal tersebut, Koster menilai kalau keberadaan LPD hanya diakui, namun secara operasional tidak diatur. Ia berpendapat akan lebih aman jika keberadaan LPD diatur dalam hukum adat dan penyebutannya juga menggunakan istilah kearifan lokal.

Dia mengingatkan kemungkinan perubahan pemerintahan di kemudian hari. Sebab tak menutup kemungkinan kalau pasal yang mengatur LPD itu dihilangkan. Terkait polemik pergantian kepanjangan LPD, Koster mengambil jalan tengah dengan mengakomodir aspirasi arus bawah.

“Mau kapan dilaksanakan, silahkan saja. Sampai semuanya cocok dan sepakat, baru jalan,” ujarnya. Seluruh jajaran pengurus LPD diingatkan, jangan hanya berpikir nyaman sekarang saja, namun harus pula memikirkan antisipasi jangka panjang.

Akan lebih baik jika LPD tak masuk dalam kategori lembaga keuangan mikro, namun eksis sebagai kearifan lokal yang dilindungi hukum adat. “Sehingga keberadaannya aman dan terproteksi dalam jangka panjang. Secara hukum juga diatur dalam hukum adat,” imbuhnya.

Dalam pertemuan, Koster tetap menawarkan satu pasal yang mengatur keberadaan LPD (Labda Pacingkreman Desa) dalam Ranperda Desa Adat yaitu Pasal 60. Dalam pasal ini disebutkan bahwa desa adat memiliki utsaha desa adat yang terdiri dari Labda Pacingkreman Desa (LPD) dan Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA).

“LPD adalah lembaga keuangannya, sedangkan BUPDA merupakan lembaga ekonomi dan sektor riil di luar keuangan,” bebernya. Selanjutnya keberadaan LPD akan diatur dalam Perda, sementara BUPDA diatur dalam Pergub.

Sepanjang Perda yang mengatur tentang LPD sebagai Labda Pacingkreman Desa belum ada, yang berlaku adalah Perda Nomor 3 Tahun 2017 yang mengatur LPD sebagai Lembaga Perkreditan Desa.

Suatu saat kalau semua sepakat untuk perubahan, sudah ada payungnya,” Koster menambahkan seraya meminta semua pihak agar menghentikan polemik di media. Semua pihak punya niat baik dan tak ada yang ingin menghancurkan suatu yang sudah baik.

Ketua Badan Kerjasama (BKS) LPD Bali Nyoman Cendikiawan dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa (LP LPD) Bali I Nyoman Armaya memuji langkah Gubernur Koster yang mengumpulkan kepala LPD se-Bali.

Karena selama 34 tahun keberadaan lembaga perekonomian ini, baru kali ini ada seorang gubernur yang berinisiatif mengundang Kepala LPD ke Jayasabha. Keduanya berharap agar semua pihak mendukung upaya penguatan LPD. “Kenapa harus rebut soal nama, yang terpenting adalah bagaimana menguatkan keberadaan lembaga ini,” ujar Cendikiawan.

Hingga saat ini, Bali memiliki 1.433 LPD dengan total aset mencapai Rp. 21 Trilyun. Sementara itu, Sekda Dewa Indra dalam kata pengantarnya mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan wujud apresiasi Gubernur Koster untuk memperkuat keberadaan LPD. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua