menu
search

Gubernur Bali Pastikan Pembangunan PLTSa di TPA Suwung Tak Tertunda

Rabu, 13 Februari 2019 : 18.07
Gubernur Bali I Wayan Koster (kiri) berharap pembangunan PLTSa dan TPA Suwung bisa segera dimulai maksimal tahun 2020/biro humas
DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster tidak ingin pembangunan sistem pengolahan sampah di TPA Suwung kembali tertunda sehingga dia menargetkan bisa dilaksanakan dalam waktu dekat, maksimal pada 2020.

Kata Koster, proyek seluas 10 hektar ini, harus secepatnya direlalisasikan mengingat tingginya volume sampah di TPA Suwung yang merupakan akhir pembuangan sampah kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan).

“Dimulai pembangunan infrastruktur dahulu, karena ini pengolahan sampah dengan skala besar. Saya kira akhir 2019 ini sudah bisa dimulai pembangunannya,” Harap Gubernur seusai memimpin rapat pemaparan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) bersama PT Indonesia Power di Ruang Rapat Praja Sabha Kantor Gubenrur Bali Denpasar, Rabu (13/2/2019).

Untuk itu, dia meminta FS (Feseable Study)-nya segera diselesaikan secepatnya. "Saya pastikan tidak akan tertunda lagi karena yang menggarap (PT Indonesia Power dan Waskita Karya) adalah badan usaha pemerintah,” jelas ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

Hasil pengolahan berupa energi listrik akan dikelola oleh BUMN sehingga bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat. "Untuk itu, perlu komitmen ini terutama daerah Sarbagita, akan ada MoU dengan daerah agar semuanya berkomitmen mendukung pembangunan pengolahan sampah ini,” tegas Koster.

Koster juga menyatakan masalah sampah di Bali terutama di TPA suwung harus ditangani dengan cepat karena volume yang sudah demikian besar.

Dikatakan, dalam jangka panjang baru akan dibuatkan pergub yang akan mengatur penanganan sampah dari hulu ke hilir, jadi penangannya bisa lebih dititik-beratkan di rumah tangga dan desa, baru ke hilir,

"Sedangkan untuk jangka pendek tidak ada cara lain harus diolah sedemikian rupa agar bisa dikurangi. Sekarang ini kan tinggi sekali,” tutur Koster. Proses Analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) akan dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga bisa meminimalisir dampak lingkungan pembangunan proyek ini.

Terkait rencana itu, Wakil Walikota Denpasar IGN Jayanegara menyambut positif sebagai solusi bagi masalah sampah yang dampak-dampak buruknya sudah di depan mata saat ini. “Kita tentu mendukung dan berterimakasih sekali jika pihak Pemprov bersama kementrian dan lainnya punya langkah dan solusi untuk masalah ini. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua