FAA PPMI Ajak Publik Wujudkan Demokrasi Sehat di Pemilu 2019

Minggu, 10 Februari 2019 : 18.46
Ilustrasi/net
JAKARTA - Para alumni pers mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia mengajak masyarakat untuk mewujudkan demokrasi yang sehat pada Pemilu 2019. Ajakan itu disampaikan saat Digelarnya Kongres Pertama Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) di Demang Restaurant & Coffee Lounge Sarinah, Jakarta, Sabtu, 9 Februari 2019.

Agung Sedayu (alumni pers mahasiswa dari Universitas Jember) terpilih sebagai Ketua Umum FAA PPMI periode 2019-2022, selanjutnya Rommy Fibri (alumni pers mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada) terpilih sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, para alumni pers mahasiswa juga membahas berbagai persoalan kebangsaan terutama mengenai perhelatan pemilihan umum 2019. Pemilihan pasangan presiden-wakil presiden serta anggota legislatif yang bakal digelar serentak pada 17 April nanti telah membuat suasana politik menghangat.

Pemilu adalah elemen penting dari sistem negara yang demokratis, namun dibutuhkan kedewasaan sikap politik seluruh elemen bangsa untuk bisa terwujudnya demokrasi yang sehat. Pesta demokrasi harus menjadi sarana mempererat persatuan dan persatuan bangsa, bukan justru menjadi pemicu perpecahan.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, para alumni pers mahasiwa menyerukan pesan demokrasi sehat di pemilu 2019. Pesan dituangkan dalam deklarasi FAA PPMI yang dibacakan Agung Sedayu.

"Perhelatan Pemilu 2019 menjelang babak akhir. Pemilihan umum tidak hanya sekedar ajang berebut kekuasaan, namun lebih penting dari itu adalah sebuah syarat utama terwujudnya demokrasi dan kedaulatan rakyat Indonesia," tutur Agung dalam pernyataannya.

Pemilihan umum harus dilaksanakan dengan damai serta menjunjung tinggi perbedaan pendapat serta pilihan. Kampanye juga mesti dilakukan dengan beradab, tanpa fitnah, berita bohong atau hoaks, serta tidak menggunakan isu SARA.

Ditegaskan, Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) yang mewadahi alumni pers mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia ikut berperan aktif untuk mendorong terwujudnya pesta demokrasi yang damai dan aman.

"FAA PPMI mengajak seluruh bangsa menjaga persatuan dan kerukunan bangsa dalam pelaksanaan pemilihan umum," ucapnya. Karenanya, mereka pertama, menyerukan pemilihan umum yang bebas intimidasi, intoleransi dan disinformasi, untuk proses demokrasi yang sehat, dewasa dan mulia.

"Kedua kami menolak kebohongan dan provokasi sebagai cara mengumpulkan dukungan kepada calon tertentu dengan mengorbankan kebenaran atas nama kepentingan politik sesaat," katanya menegaskan.

Poin terakhir, mereka menyerukan kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya sebagai bentuk partisipasi yang sehat dalam proses berdemokrasi. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi