menu
search

Cekfakta, Kolaborasi Suara.com dan 16 Media Lahirkan Konten Kredibel

Selasa, 19 Februari 2019 : 15.56
Pelatihan cekfakta di Jakarta
JAKARTA - Guna memastikan penyajian konten berita yang kredibel akurat dan bisa dipertanggungjawabkan ke publik Situs ternama Suara.com berkolaborasi dengan 16 media mainstream terus konsisten melakukan cekfakta.

Suara.com, sebagai salah satu media yang tergabung dalam kolaborasi Cek Fakta, turut bergabung dalam live fact-checking Debat Pilpres 2019.

Ajang Debat Capres kedua di Hotel Sultan, Jakarta, yang tayang langsung di televisi pada Minggu (17/2/2019) malam, menjadi contoh bagaimana puluhan klaim yang sempat disampaikan kedua capres berhasil dilakukan pengecekan fakta oleh media-media peserta kolaborasi.

Hingga Senin (18/2/2019) dini hari WIB, tercatat ada 24 hasil pengecekan fakta yang tayang di situs CekFakta.com, baik dikerjakan bersama-sama di kantor Google Indonesia di Pacific Century Place, Jakarta, maupun di newsroom masing-masing media.

Jumlah itu belum.termasuk beberapa hasil Cek Fakta lainnya yang tayang di laman media-media yang kemungkinan belum terangkum di situs kolaborasi tersebut. Suara.com misalnya, telah menayangkan tak kurang dari 11 hasil Cek Fakta sepanjang mengikuti debat salon presiden tersebut.

Adapun beberapa media arus utama yang mengikuti program ini, selain Suara.com, antara lain adalah Kompas.com, Tempo.co, Detik.com, Viva.co.id, Liputan6.com, Merdeka.com, KBR.id, The Jakarta Post, Kontan, Beritasatu.com, Media Indonesia (Medcom), Times Indonesia, The Conversation, Kabar Medan, Kabar Makassar dan RiauOnline.

Terkait konten-konten Cek Fakta, Suara.com sejak bulan November 2018 lalu rutin memproduksi beragam konten yang memerlukan Cek Fakta. Aktivitas semakin meningkat pada masa kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden 2019. Termasuk saat debat capres cawapres.

Bagi Suara.com, anak usaha PT Arkadia Digital Media Tbk yang memiliki kode saham DIGI ini, keterlibatan dalam kolaborasi Cek Fakta sudah menjadi keharusan.

"Sebagai media penyedia konten, semua informasi yang disampaikan ke publik harus teruji validitas, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," ungkap Pemimpin Redaksi Suara.com Suwarjono yang juga menjabat COO PT Arkadia Digital Media Tbk, Selasa (19/2/2019).

Misi seluruh media di bawah grup PT Arkadia Digital Media Tbk adalah meminimalisir peredaran hoaks atau misinformasi/disinformasi, sekaligus mencerdaskan pembaca dan masyarakat pada umumnya, juga menjadi landasan dari produksi konten-konten tersebut.

"Ini memang sejalan semangat dan slogan kami untuk senantiasa menjadi media yang jujur, berimbang dan independen, di mana pada sisi lain kita juga resah terhadap masih maraknya peredaran hoaks," tegas Suwarjono.

Dalam Debat Pilpres 2019 perdana pada 17 Januari lalu pun misalnya, telah ada sederet konten Cek Fakta yang dimuat di Suara.com. Saat itu, kendati juga sudah saling berkoordinasi dalam kolaborasinya, media-media dalam wadah kerja sama ini masih melakukannya secara terpisah di newsroom masing-masing alias belum ada ruang kerja bersama.

Kerja sama ini, juga mendapat dukungan penuh Google News Initiative, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, dan FirstDraft.

Hadir pula di lokasi kerja bersama kali ini sejumlah narasumber dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Auriga Nusantara dan Center for Energy Research Asia (CERA). Kolaborasi ini juga didukung PT Bahasa Kita lewat produk Notula yang merupakan program transkripsi lisan (percakapan) ke bentuk teks secara realtime.

"Saya kira ini adalah sejarah," kata Irene Jay Liu dari Google, dalam salah satu bagian sesi pelatihan Cek Fakta, Sabtu (16/2/2019). Irene mencontohkan bahwa fact-checking yang dilakukan media massa di AS saat Pemilu Presiden negeri itu misalnya, bahkan tidak dilakukan melalui kolaborasi kerja di satu lokasi, melainkan hanya dilakukan di newsroom masing-masing.

Selain bekerja secara bersama-sama di hari-H Debat Capres, rangkaian program kali ini memang juga melibatkan pelatihan untuk penyegaran sekaligus penajaman selama dua hari, Jumat dan Sabtu, bagi para fact-checkers.

Dalam pelatihan itu, para jurnalis terutama yang akan bertugas, dibekali berbagai tools dan tips untuk melakukan cek fakta, dilengkapi pula dengan sejumlah sesi latihan dan diskusi.

Diketahui, kesepakatan kolaborasi Cek Fakta sendiri diresmikan pada Mei 2018, yang secara formil dilakukan lewat penandatanganan dokumen oleh para pemimpin redaksi 22 media dan Google. Saat itu pula, seiring acara "Trusted Media Summit 2018" yang digelar di Hotel Grand Melia, Jakarta, laman CekFakta.com diluncurkan. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua