Cegah DBD, Denpasar Intensifkan Fogging dan Tabur Bubuk Larvasida

Kamis, 07 Februari 2019 : 00.30
Denpasar-  Secara bertahap Dinas Kesehatan Kota Denpasar menekan kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) dengan penaburan bubuk larvasida dan fogging setiap hari.

Langkah ini, dilaksanakan di seluruh wilayah Kota Denpasar yang meliputi empat kecamatan menggunakan mesin ULV (Ultra Low Volume) yakni fogging leliling dengan mesin yang diangkut dengan mobil.

Penyemprotan bertujuan membunuh nyamuk dewasa, namun tidak dapat membunuh jentik dan telur nyamuk demam berdarah. 

Karena itu sebelum fogging saat ini dilakukan upaya pemberantasan jentik dan telur nyamuk terlebih dahulu dengan penaburan bubuk larvasida secara massal pada seluruh tempat-tempat penampungan air (TPA).

Tempat itu, baik yang positif jentik maupun yang berisiko tinggi akan terdapat jentik (larvasidasi massal)  oleh semua Pemantau Jentik (JUMANTIK) bersama anggota masyarakat dan akan dilakukan secara berkelanjutan setiap 2-3 bulan sekali.

Juga, penyuluhan pencegahan DBD melalui 4M Plus yakni menguras, menutup, mengubur dan memantau benda-benda yang bisa digenangi air, serta jangan menggantung pakaian.

"Dengan demikian, setelah fogging selesai dilakukan diharapkan tidak akan muncul lagi nyamuk-nyamuk baru yang dapat menularkan DBD,  demikian Kabid Bina Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr. IB Gde Ekaputra Rabu (6/2/2018).

Dalam menekan kasus DBD, awal tahun ini fokus melaksanakan  penaburan bubuk larvasida sebab jika dilakukan fogging ULV pada musing hujan ini belum begitu maksimal obatnya dalam membasmi nyamuk sebab pada musim hujan ini jentik lah yang harus dibasmi terlebih dahulu.

Rrentang  2 tahun terakhir ini kasus DBD sudah sangat menurun, terlihat dari angka kasus pertahun pada tahun 2017 mencapai 928 kasus dan menurun pada tahun 2018 menjadi 113 kasus DBD di Denpasar. 

Akan tetapi pada tahun 2019 ini harus tetap diwaspadai serta harus lebih aktif melakukan tindakan-tindakan pencegahan, sebab tahun 2019 ini merupakan sirklus 3 tahunan merebaknya kasus DBD. (des)


Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru