menu
search

Antisipasi Kerusuhan Jelang Pemilu, Kodam Udayana Gelar Latihan Pengamanan

Rabu, 20 Februari 2019 : 14.38
Kodam Udayana menggelar latihan pengamanan menjelang Pemilu dan Pilpres 2019
DENPASAR - Kodam IX/Udayana menggelar latihan pengamanan mengantisipasi gesekan antar masyakarat atau potensi kerusuhan dalam Pemilu dan Pilpres mendatang. Potensi terjadinya gesekan antar kelompok masyarakat bisa saja terjadi akibat perbedaan pilihan politik sehingga hal itu harus diantisipasi dengan baik.

Suhu politik semakin meningkat lebih-lebih tahapan Pemilu saat ini memasuki masa kampanye. Semua kandidat, tim sukses, pendukung maupun simpatisan semakin meningkatkan kegiatan untuk menarik simpati dan meraup suara disaat Pemilu 17 April 2019.

Kondisi ini tidak menutup kemungkinan dapat terjadi gesekan-gesekan antara kandidat, tim sukses maupun pendukung yang dapat memicu konflik dan mengganggu jalannya tahapan Pemilu. Kodam IX/Udayana menggelar Latihan Pengaman Tahapan Pileg dan Pilpres Tahun 2019 di Lapangan Praja Raksaka Kepaon Denpasar, Rabu (20/2/2019).

Latihan pengamanan digelar dalam mengantisipasi kemungkinan situasi yang berkembang secara dinamis baik terkait dengan kemungkinan terjadinya kerusuhan maupun terjadi bencana alam di saat Pemilu.

Latihan ini diinisiasi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto diikuti 385 orang personel gabungan dari Korem 163/WSA, Yonif Raider 900/SBW, Brimob Polda Bali, Yonif Mekanis 741/GN, Yon Zipur 18/YKR, Pomdam IX/Udayana, Bekangdam IX/Udayana, Paldam IX/Udayana dan lainnya.

Latihan ini sebagai tindak lanjut dari latihan Kader Pengamanan Pemilu Legislatif dan Presiden yang sudah dilaksanakan pada minggu keempat (23/1/2019) di Mako Rindam IX/Udayana, Kediri, Tabanan.

Diskenariokan penyanderaan terhadap Ketua KPU oleh kelompok bersenjata tak dikenal, sebagai akibat dari rasa ketidak puasan terhadap hasil penghitungan suara di salah satu TPS.

Atas kejadian tersebut Pangdam IX/Udayana memerintahkan untuk melaksanakan pembebasan Sandera dengan Operasi Pembebasan Sandera yang dilakukan oleh Yonif Raider 900/SBW.

Hingga akhirnya Sandera dapat di bebaskan dan dievakuasi ke tempat yang aman, kemudian disisi lain juga terjadi pengrusakan terhadap Kantor KPU oleh sekelompok massa

Mengatasi hal itu dilaksanakan pengamanan oleh pasukan gabungan TNI, Polri dan BPBD untuk mengamankan dan mengevakuasi korban. Pangdam menyampaikan kegiatan ini merupakan model yang akan dilaksanakan pada saat proses pelaksanaan pemungutan suara Pileg dan Pilpres pada 17 April mendatang.

"Dalam melaksanakan tugas di lapangan jaga soliditas dan sinergitas sehingga tidak ada permasalahan dan kita pasti mampu untuk melaksanakan tugas dengan baik sehingga Bali-Nusra tetap aman," tegas Panglima.

Khusus unsur Komandan/Pimpinan Satuan Pangdam menekankan tentang teknik pengamanan dalam tugas perbantuan dalam pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 mendatang. Untuk kerawanan yang perlu mendapatkan atensi adalah kemungkinan terjadinya Bencana Alam disaat Pemilu dan penculikan perangkat KPU.

Jika terjadi bencana yang menjadi tugas kita adalah mengevakuasi orang ke daerah yang relatif aman. Untuk kotak suara jangan sampai disentuh apabila tidak ada petugas dari KPU maupun petugas yang berkompeten lainnya.

Pangdam berharap latihan ini menjadi bekal pengetahuan bagi segenap anggota yang bertugas di lapangan. "Jika ada yang kurang jelas segera koordinasikan sehingga tidak ada kesalahan prosedur dalam pelaksanaan tugas," demikian Pangdam. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua