menu
search

Antisipasi Gangguan Pemilu, BPBD Bali Perkuat Sinergi Bersama Kodam Udayana

Rabu, 20 Februari 2019 : 20.59
Simulasi penanggulangan bencana atau gangguan lainnya terhadap pelaksanaan Pemilu di Bali
DENPASAR - BPBD Provinsi Bali bersama Kodam IX/Udayana terus memperkuat sinegeri dalam mengantisipasi segala kemungkinan terburuk yang bisa mengancam jalannya pesta demokrasi Pemilu 2019.

Untuk mengetahui kesiapan jajaran dalam mengantisipasi terjadinya gangguan terhadap Pemilu. dilakukan simulasi dalam penanganan bencana BPBD menjadi garda terdepan dan berada di garis pertama (first Line)_dalam upaya penanganan dampak gempa yang menimpa dan meluluh lantahkan Gedung KPU Provinsi Bali.

Disimulasikan, proses evakuasi korban menjadi prioritas pertama (utama) yang dilakukan oleh Tim ESR (Emergency Service Respons) UPTD Pengendalian Bencana BPBD Provinsi Bali.

Ada yang patah kaki dan tangan, luka-luka, dan bahkan tertimbun reruntuhan bangunan. Tim ESR bersama SAR dan unsur lainnya melakukan upaya pertolongan, penyelamatan serta pencarian.

Prioritas berikutnya adalah mengamankan kotak suara, dengan melakukan evakuasi ke lokasi lain keluar dari Gedung KPU, Kotak Suara berisi dokumen negara yang penting dalam pesta demokrasi (pemilihan legislatif dan pemilihan presiden).

Pergerakan (pemindahan) kotak suara tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan baik Polri maupun TNI yang senantiasa bersinergi.

Demikian, cuplikan skenario dalam simulasi penanganan konflik masyarakat dan bencana gempa bumi di saat Pileg dan Pilpres 2019. Simulasi dilaksanakan Rabu 20 Pebruari 2019 bertempat di Lapangan Ksatrian Praja Raksaka Kepaon Denpasar.

Acara digelar Komando Daerah Militer (KODAM) IX/Udayana yang merupakan Komando Kewilayahan Pertahanan yang meliputi Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, dengan melibatkan lebih dari 500 orang personil baik dari TNI, POLRI, BPBD, KPU, dan unsur masyarakat.

Kalaksa BPBD Provinsi Bali Made Rentin hadir menyaksikan simulasi dan mengirimkan 1 pleton personil yang terdiri atas Tim ESR dan Tim TRC lengkap dengan ambulance dan tenaga medisnya.

Pangdam Udayana Mayjen TNI Benny Susianto (kanan) melakukan salam komando bersama Kalaksa BPBD Bali I Made Rentin
Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto, menjelaskan, simulasi ini dilakukan dengan memotret kondisi riil yang terjadi di lapangan saat perhelatan pesta demokrasi. "Kami menggandeng semua unsur termasuk BPBD Bali karena ada skenario gempa bumi, dan BPBD berperan dalam kondisi itu," tegas Benny.

Jenderal bintang dua itu menjelaskan, simulasi ini standar yang mereka harus lakukan jika berhadapan dengan kondisi konflik atau ada bencana di wilayah masing-masing. Kalaksa BPBD Prov Bali Made Rentin menjelaskan, semua komponen bersinergi dalam upaya pengamanan dan mendukung pemilu ini berjalan lancar.

"Kami BPBD berada pada ranah penanganan korban bencana mulai dari pertolongan pertama oleh Tim ESR dan lanjut melakukan kaji cepat oleh Tim Riaksi Cepat (TRC)," jelas dia. Simulasi dilakukan dalam upaya antisipasi kemungkinan terjelek pada saat sebelum dan pada hari H pencoblosan.

"Dengan bersinergi kita selalu siap mengantisifasi kemungkinan terjelek, yang mengancam jalannya pesta demokrasi," tutupnya. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua