Wagub Bali: Jangan Hanya Pintar Buat Patung, Masyarakat Diminta Rebut Ekspor

Selasa, 15 Januari 2019 : 22.40
DENPASAR - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) berharap masyarakat jangan hanya pintar membuat patung namun juga harus piawai dalam merebut pasar dunia.

Untuk itu, dia meminta anak muda Bali serius menggeluti dunia bisnis serta memajukan Usah Kecil Menengah (UKM) di Bali.

Cok Ace menyampaikan hal itu saat menerima audiensi dari International Council for Small Business (ICSB) Cabang Gianyar yang dipimpin oleh Ketua I Wayan Gede Ari Danangga di ruang kerjanya, Selasa (15/1/2019).

Ia mengapresiasi semangat anak muda yang masih dinamis dan suka hal baru terutama dalam mengembangkan semangat kewirausahaan di Bali. Menurutnya wirausaha sangat diperlukan untuk memajukan perekonomian Bali.

“Namun satu hal yang penting tiap UKM harus selalu memperhatikan Quality Control produknya, agar bisa diterima di pasar internasional,” jelasnya. Selain kontrol produk, Cok Ace juga menambahkan perlunya UKM agar mengetahui tren pasar.

“Tren pasar selalu berubah, jadi UKM harus selalu mengikuti. Jadi selain Quality Control, tren juga menjadi penentu suatu kerajinan UKM bisa masuk ke pasar modern di Bali,” imbuhnya.

Cok Ace berharap agar anak muda Bali bisa serius menjalankan dunia bisnis tersebut. Karena Ia berharap masyarakat Bali tidak hanya cakap dalam memproduksi karya seni, namun lebih dari itu dia berharap agar mereka juga bisa memasarkan.

“Jangan hanya pintar untuk membuat patung saja, namun kita juga harus bisa menjual hingga ke pasar internasional,” tandasnya.

Gede Ari Danangga menjelaskan bahwa organisasinya semangat mengajak anak muda untuk menjadi pengusaha sekaligus memajukan UKM yang ada di Bali. Akan tetapi, beberapa kendala yang dihadapi selama ini di lapangan adalah produk UKM Bali cenderung masih sedikit dipasarkan di pasar modern seperti Toko Oleh-Oleh.

Pihaknya akan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) membahas permsalahan tersebut bertempat di Gedung PLUT, Samuan Tiga, Gianyar pada tanggal 22 Januari mendatang. FGD bertujuan agar pihak-pihak terkait bisa mengusahakan upaya pemajuan UKM dengan membantu mendorong pasar modern memberikan ruang lebih dalam pemasaran produk asli Bali.

“Pasar modern di sini bisa diartikan Pasar Oleh-Oleh, Street Market di pusat wisata bahkan hingga di Bandar Udara Ngurah rai,” jelasnya.

Acara FGD ini nantinya akan berhubungan langsung dengan kegiatan Ubud Royal Weekend, sebuah acara untuk mencetak entrepreneur muda, pada bulan april mendatang. Dia berharap Wagub Cok Ace bisa hadir dalam acara dimaksud serta berkenan menyampaikan Keynote Speech.

Wagub Cok Ace mengapresiasi rencana kegiatan yang menurutnya sangat sesuai dengan semangat visi mis pembangunan Bali “Nangun Sat Kertih Loka Bali”. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi