Presiden Jokowi Persilakan Sertifikat Digadaikan Demi Kepentingan Produktif - Kabarnusa.com

Presiden Jokowi Persilakan Sertifikat Digadaikan Demi Kepentingan Produktif

Sabtu, 26 Januari 2019 : 08.25
TANGERANG - Presiden Joko Widodo mempersilakan warga yang akan menggadaikan sertifikat halal atas tanah jika memang benar-benar untuk kepentingan produktif. Kepala Negara menyerahkan 40.172 sertifikat hak atas tanah untuk warga Kota Tangerang Selatan, pada Jumat, 25 Januari 2019.

Penyerahan sertifikat dilangsungkan di Skadron 21/Sena, Pusat Penerbangan Angkatan Darat, Tangerang Selatan.

Di hadapan penerima sertifikat yang hadir, Presiden berpesan apabila penerima sertifikat ingin menjadikan sertifikat yang diterimanya itu sebagai agunan ke bank agar tidak digunakan untuk hal-hal yang kurang produktif.

Sebaliknya, gunakan pinjaman yang diperoleh dari bank sebagai modal usaha untuk meningkatkan ekonomi. "Masukkan ke bank dapat Rp300 juta, yang Rp150 juta besoknya belikan mobil. Hati-hati, jangan seperti itu. Mobilnya baru, itu hanya enam bulan gagahnya," selorohnya.

Seorang penerima sertifikat mengaku memiliki rencana untuk mengagunkan sertifikatnya dan membeli mobil. Hal itu disampaikan Sinaran Parigi, penerima sertifikat asal Pamulang, ketika ditanyakan oleh Presiden.

"Sekarang sertifikatnya sudah jadi, mau dipakai untuk apa?" ucapnya. "Rencana mau nge-Grab, Pak," jawabnya. Dijelaskan, sertifikat miliknya disekolahkan untuk beli mobil untuk dipakai usaha trabspotrans online seperr ikut grab.

Mendengar penuturan itu, Kepala Negara segera paham bahwa si penerima sertifikat tersebut ingin menjalani profesi sebagai pengemudi transportasi daring. Melalui pinjaman yang diperoleh dari menggadaikan sertifikatnya, Sinaran bermaksud untuk membeli mobil dan menjalankan usaha.

"Nah ini boleh. Beli mobil seperti itu tapi untuk mendapatkan income, bukan untuk gagah-gagahan. Betul, boleh kalau begitu," ucap Presiden. Sinaran menyatakan, dirinya sudah melakukan perhitungan dan sanggup untuk melakukan pengembalian pinjaman dalam kurun waktu 4 hingga 5 tahun.

"Nah ini, jadi kalau mau pinjam ke bank itu sudah mengerti kapan akan selesai. Harus menghitung, jangan tanpa hitung-hitungan tahu-tahu ke bank enggak ada kalkulasi," tandasnya. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru