menu
search

Pentas "Khuldi" Refleksikan Ketimpangan Sosial di Tahun Politik

Jumat, 18 Januari 2019 : 06.26
KUDUS - Pentas yang mengisahkan cerita Adam dan Hawa merefleksikan kondisi ketimpangan sosial yang terjadi di Indonesia memasuki tahun politik.

Pementasan itu digelar Kelompok Kajian Teater Tigakoma dengan naskah "Khuldi" di auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Sabtu (19/1/2019). Pementasan dalam rangka menyongsong hari lahir (harlah) ke-12 tahun ini.

Dikemas lewat acara bertajuk "Keseimbangan", kelompok teater yang berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMK itu, menyelami ruang kreatif lebih dalam lewat naskah yang berkisah tentang sejarah awal kehidupan manusia.

Naskah merupakan karya Zuhdi Sang dan Ghoz TE, dua anggota aktif Teater Eska Yogyakarta. Ketua Panitia Anisya Sofia Apriliana mengatakan, secara garis besar naskah menceritakan tentang sisi gelap sejarah sebelum diciptakannya dunia akibat perbuatan Edha (Adam) dan Ewa (Hawa), dua tokoh utama dalam naskah.

"Mereka melanggar janji terhadap Tuhan untuk tidak mendekati maupun memakan buah Khuldi," katanya. Karena godaan Efra (Iblis), mereka dalam sadar melupakan janjinya. Akibatnya mereka dihukum dengan cara diturunkan dari surga ke dunia.

Saat di dunia, kedua tokoh itu berupaya menebus dosa dan memperbaiki kehidupan yang dijalani. Namun, sang Iblis seakan terus hadir dalam setiap masa serta setia menemani kehidupan Edha dan Ewa hingga keturunannya di dunia.

"Sehingga, selamanya dunia akan dipenuhi kesalahan yang terus berulang," paparnya. Sutradara pementasan Maulana Syafi’i menambahkan, naskah merefleksian kehidupan sosial saat ini. Banyak ketimpangan di tengah masyarakat. Misalnya pada tahun politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legeslatif (Pileg) 2019.

"Banyak calon pemimpin menyerukan visi-misi untuk memperbaiki tatanan masyarakat. Namun, sering kali mereka lupa diri. Wujud visi-misinya kosong. Bukan memperbaiki tatanan masyarakat, malah sebaliknya," bebernya.

Pementasan Khuldi tergolong naskah bergenre surealis. Dikemas dan divisualisasikan ulang oleh Teater Tigakoma dengan melibatkan 38 anggota aktif. Terdiri atas tim pementasan sebanyak 22 orang dan tim produksi sebanyak 16 orang. "Proses latihan kami kurang lebih selama tiga bulan. Mulai pertengahan Oktober," imbuhnya. (des)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua