Pemancing yang Jatuh di Perairan Bali Ditemukan Tak Bernyawa

Selasa, 15 Januari 2019 : 15.21
BADUNG - Tim SAR gabungan yang melanjutkan operasi pencarian hari ketiga berhasil menemukan 1 orang pemancing yang hilang di Perairan Beno, Denpasar, Selasa (15/1/2017).

Ketika ditemukan oleh nelayan kondisi korban masih berpakaian lengkap menggunakan jaket merah dan celana panjang hitam. Korban Abdul Wahid (37) ditemukan seputaran buoy 1 (koordinat 8°45'24.73" S - 115°13'56.92"E), kurang lebih 2.5 NM sebelah timur lokasi kejadian tenggelamnya korban pada pukul 07.45 Wita.

"Kemarin wilayah penemuan telah diselami oleh tim SAR gabungan juga dibantu 10 jukung milik nelayan yakni antara buoy 1 dan buoy 2, dan hari ini jenasah korban ditemukan mengapung di dekat buoy 1," ungkap Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Operasi SAR Basarnas Bali, I.B. Surya W.

Perahu nelayan yang membawa korban beriringan dengan RIB Basarnas Bali bergerak menuju dermaga KN SAR Arjuna 229 di Pelabuhan Benoa. Ambulans Pusdalops Bali sudah siaga di dermaga untuk mengevakuasi.

Mereka tiba di Dermaga pada pukul 08.05 Wita, dan dengan persetujuan pihak keluarga selanjutnya dibawa ke RSUP Sanglah. Sebelumnya, seorang warga Kedonganan asal Madura atas nama Abdul Wahid (37) dilaporkan hilang, Minggu (13/01/2019).

Ketika itu korban pergi memancing bersama kakaknya dengan menggunakan jukung. Ketika itu korban kehilangan keseimbangan saat berupaya menarik umpan dan terjatuh ke laut. Posisi kejadian berada di koordinat 8°45'37.22"S - 115°11'55.21"T.

Selama operasi SAR berlangsung, turut melibatkan potensi SAR dari Lanal Denpasar, Sabhara Polda Bali, Polair Benoa, KPLP Benoa, BPBD Kota Denpasar, MTA Rescue, keluarga korban dan nelayan setempat. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru