menu
search

Peltu (Purn) I Dewa Made Pegeg Saksi Hidup Pertempuran Laut Arafuru

Kamis, 17 Januari 2019 : 08.44
Danlanal Denpasar Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko mengunjungi pelaku sejarah pertempuran Laut Arafuru Dewa Made Pegeg
DENPASAR - Salah satu pelaku sejarah pertempuran Laut Arafuru, Peltu (Purn) I Dewa Made Pegeg mendapat kunjungan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Denpasar Bali, Lantamal V Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko.

Danlanal menemui saksi hidup pertempuran para pejuang TNI AL itu, di kediamannya Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Kerambitan, Kabupaten Tabanan Bali, Rabu (16/1/2019).

Turut dalam rombongan Danlanal dalan anjangsana ke pelaku sejarah antara Paspotmar, Dandenpomal, Dansatma, Kaurlid Sintel dan Ka BK Lanal Denpasar serta Ibu-ibu Jalasenastri Cabang 10 Korcab V DJA ll.

Made adalah salah satu saksi hidup asal Bali dalam peristiwa itu. Ia pelaku sejarah pertempuran Laut Arafuru sebagai ABK RI Matjan Kumbang, yang bersama-sama RI Matjan Tutul dan RI Harimau.

Kala itu, Made bersama pejuang lainnya bertempur dengan penuh Heroik di Laut Arafuru melawan kapal-kapal Kombatan dan pesawat tempur dari Kerajaan Belanda pada tanggal 15 Januari 1962, 57 tahun silam.

Made -sapaan akrab Peltu (Purn) I Dewa Made Pegeg mengaku, saat peristiwa heroik itu terjadi, Ia bertuga sebagai pengawak atau juru mesin dan senjata di RI Matjan Kumbang. Made mempunyai seorang istri dikarunia 4 orang putra dan 1 orang putri yang mana salah satu putranya ada yang meneruskan semangatnya sebagai Prajurit TNI AL.

Sang anak saat ini menjabat Kadiskesal atas nama Laksamana Pertama TNI dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara. Diusianya yang sudah senja, Made tinggal bersama keluarga tercinta di daerah Kerambitan Tabanan Bali.

Sebagai anggota TNI AL yang berada di Bali patut bangga dengan beliau, karena masih ada putra terbaik dari Bali yang menjadi saksi hidup pertempuran Laut Arafuru 57 tahun silam.

Danlanal mengatakan, ajangsana yang dilaksanakan Lanal Denpasar ini, dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera dan untuk mempererat tali silaturahmi dengan pelaku sejarah pertempuran Laut Arafuru serta keluarganya.

"Ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa mempertahankan NKRI," tandas Henricus. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua