menu
search

Miliki Tugas Berat, Saatnya Pecalang Dilindungi Asuransi BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 06 Januari 2019 : 09.01
Pecalang bersama aparat kepolisian membantu mengatur arus lalu lintas di seputaran jalan daerah Dalung, Badung
DENPASAR - Pecalang sebagai satuan pengaman desa adat memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga mewujudkan keamanan setempat. Tugas berat diemban pecalang, bisa dibilang mereka bekerja dalam waktu 24 jam, sehingga rentan terhadap kecelakaan kerja.

Untuk itu, pemerintah perlu memikirkan, bagaimana memberikan perlindungan kepada pecalang yang berkaitan keselamatan kerja (BPJS Ketenagakerjaan).

Menurut Wakil Ketua Pecalang Desa Adat Sidakarya, Denpasar Wayan Suarsa, sejatinya pecalang memiliki tugas khusus "ngayah", dalam urusan keagamaan seperti karya upacara desa pekraman ketika ada orang meninggal dunia.

Namun kini, tugas pecalang bertambah, untuk membantu krama atau warga yang membutuhkan tenaga pengamanan, ketika memiliki hajatan seperti pernikahan dan kegiatan lainnya.

Apalagi, seperti di Kota Denpasar, yang penduduknya heterogen, ditandai banyaknya pendatang, tentu menjaga keamanan melibatkan pecalang, tidak saja di lingkup adat namun juga keamanan secara umum di wilayah.

"Masalah kependudukan, juga kerap meminta bantuan pecalang. Dahulu ketika masih pemberlakuan Kipem bagi penduduk pendatang, pecalang kerap dilibatkan," kata Suarsa dalam perbincangan, Minggu (6/1/2019).

Suarsa mendukung, jika benar pemerintah memberi perhatian kepada pecalang yang bekerja penuh atau sebagai swadarma pecalang, dalam mengamankan desa adat maupun kegiatan-kegiatan yang berkaitan agama, ataupun kemasyarakatan lainnya.

"Kalau betul ada perhatian pemerintah (BPJS ketenagakerjaan), kami tentu sangat bersyukur, jangankan memberi gaji, ya sekedar uang minyak atau uang rokok kami syukuri, sebab kita ini harus patroli setiap malam ke desa, ya butuh dukungan operasional," ucap pria yang menjadi pecalang sejak tahun 1999 ini.

Bukan tidak mungkin, ketika di lapangan dalam menjalankan tugas sebagai pecalang, terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan yang menyebabkan meninggal dunia, tentu perlu mendapat santunan atau jaminan perlindungan keselamatan kerja yang layak.

Wakil Ketua Pecalang Desa Pekraman Sidakarya, Denpasar Wayan Suarsa
Hal sama disampaikan tokoh masyarakat Desa Adat Sempidi Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung, Ida Bagus Suryatmaja Manuaba. Ia menegaskan, tugas pecalang cukup berat, dalam membantu mewujudkan pengamanan lokal yang berkaitan juga dengan pengamanan secara umum.

"Setahu saya, belum ada Perda atau aturan provinsi yang mengatur secara spesifik tentang pecalang," ujarnya. Suryatmaja mengungkapkan, memang pecalang karena tugas yang diembannya itu, ada yang dibebastugaskan dari kewajiban adat atau banjar. Hal itu sangat penting sebagai bentuk penghargaan atau apresiasi.

Hanya saja, itu dinilai belum cukup dengan tuntutan dan tantangan kekinian, sehingga dia juga mengusulkan, pecalang mendapat gaji atau honor dengan tugas beratnya itu. Suryatmana juga sependapat, menyangkut keselamatan kerja pecalang, tidak hanya bicara tentang person atau perorangan, namun sebaiknya mendapat perlindungan atau asuransi secara umum.

"Sekarang jika mau berbagi, karena pecalang ini menyangkut nama Bali, maka pemerintah perlu memikirkan, mereka dimasukkan asuransi tenaga kerja, misalnya pecalang masuk kategori freelance, saya sangat setuju sekali," ujar mantan Ketua DPRD Badung ini.

Kenapa selama ini, tidak ada pecalang yang ribut. Karena mereka sadar, bahwa profesi pecalang itu merupakan panggilan nurani untuk berbuat ngayah sosial ke desa adat. Jika mereka sudah masuk asuransi, nominal asuransi sangat kecil, diambilkan dari pendapatan. Maka untuk memperkecil bebab biaya itu bisa diatur dalam Perda Provinsi tentang pecalang.

"Ini menyangkut pecalang yang hampir semua ada di desa adat, biar ada keseragaman, selama ini cantolannya pecalang hanya ada di desa adat," imbuhnya.

Poin yang disampaikan Suryatmaja, agar saat bertugas, mengawal kegiatan keagamaan maupun kegiatan masyarakat lainnya, pecalang bisa lebih tenang karena jika terjadi sesuatu ada jaminan yang menanggung keselamatannya. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua