Mendes Eko Sebut 23 Negara Belajar Pola Pelaksanaan Dana Desa RI

Sabtu, 05 Januari 2019 : 08.34
Tenaga Ahli Pengaduan dan Penanganan Masalah Kemendes RI Wilayah Jateng Denny Septiviant berfoto bersama Menteri Desa Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Eko Putro Sandjojo/istimewa
SEMARANG - Sukses pemerintah Indonesia dalam melakukan sejumlah pembangunan terutama infrastruktur dari tingkat pusat hingga daerah dan pedesaan melalui penganggaran dana desa disebut menarik perhatian dunia hingga 23 negara belajar ke Tanah Air.

Menteri Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo dalam video singkat yang diunggah di akun media sosial instagram Tenaga Ahli Pendamping Desa Wilayah Jateng @Denny_Septiviant mengatakan dana desa yang dulunya dianggap sulit, tidak mungkin berhasil. Saat ini mampu dibuktikan.

"Teman-teman pendamping desa mampu membuktikannya," sebutnya dalam video berdurasi 1 menit 23 detik itu," ucap Mendes Eko dalam keterangan tertulis diterima Kabarnusa.com, Jumat 4 Januari 2018.

Ssalah satu manfaat dana desa yang bisa langsung dirasakan masyarakat adalah pembangunan infrastruktur secara massif di desa-desa. Ia mengklaim sebanyak 23 negara kini tengah belajar ke Indonesia untuk pola pelaksanaan dana desa.

Kata dia, keberhasilan pemanfaatan dana desa berdasar survei internal pemerintah katanya, yang mencapai 85 persen menarik minat negara luar melihat langsung penerapannya di Indonesia.

Tidak hanya itu, Bank Dunia bahkan mencontoh Indonesia untuk role model pembiayaan bagi negara-negara berkembang. Untuk itu, Eko meminta pemerintah daerah, kepala desa dan para pendamping desa agar pada tahun 2019 anggaran dana desa lebih banyak digunakan untuk pembangunan masyarakat.

Dicontohkan pemanfaatan anggaran untuk pembangunan SDM, ekonomi lokal desa dan berbagai pelatihan. Termasuk agar warga desa melek teknologi digital. Secara terpisah Tenaga Ahli Pengaduan dan Penanganan Masalah Kemendes Wilayah Jateng Denny Septiviant saat dikonfirmasi atas video yang diunggah menuturkan video diambil di Semarang Jateng.

"Jadi pak menteri ingin tahun depan ada penguatan lebih untuk pengembangan pemberdayaan bagi masyarakat di Jateng melalui dana desa," tuturnya. Dua isu besar dari dana desa, infrastruktur lebih banyak ketimbang pemberdayaan masyarakat begitu pula di Jateng.

"Nah, tadi pesan beliau 2019 itu kita lebih mendorong peningkatan sumberdaya desa kemudian pembangunan Bumdes, dan administrasi termasuk digitalisasi," jelas Denny.

Saat ini, pihaknya memulai gerakan kampanye pentingnya desa melek digital. Ia yakin setelah infrastruktur selesai digalakkan digital akan jadi jembatan pembangunan ekonomi. Dua hal yang ditekankannya, soal transparansi dan akuntabilitas dana desa harus diperkuat.

Tahun ini sedang mempersiapkan Kabupaten Grobogan dan Blora di Jawa Tengah sebagai pilot projek digitalisasi desa. Bagaimana manfaatnya secara ekonomi khususnya, akan dibuat program pelatihan gratis ke desa-desa dapat daftar langsung lewat laman www.desamudigital.com.

"Misal kita ajari bagaimana jualan barang lewat website. Branding digital memaksimalkan akun media sosial dan melihat produk lokal desa masing-masing," demikian Denny. (rhm)
Loading...

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi