Keceriaan Anak Pesisir Korban Tsunami Jalani Sekolah Lapang di Pandeglang - Kabarnusa.com

Keceriaan Anak Pesisir Korban Tsunami Jalani Sekolah Lapang di Pandeglang

Minggu, 27 Januari 2019 : 23.30
Anak-anak korban tsunami di Kabupaten Pandeglang bersemangat mengikuti Sekolah Lapang KKP/humas kkp
PANDEGLANG - Di tengah duka yang belum beranjak pergi anak-anak korban bencana tsunami di Kabupaten Pandeglang, Banten tetap masih bisa tersenyum ceria saat mengikuti kegiatan Sekolah Lapang.

Sekolah lapang yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Perikanan (STP) bagi anak-anak korban bencana tsunami, di Pandeglang, Minggu (27/1/2019). STP, satuan pendidikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menyelenggarakan kegiatan sekolah lapang, setiap hari Sabtu dan Minggu, 11 Januari sampai 3 Maret 2019.

Mengusung tema “Membangkitkan Semangat dan Cinta Kelautan dan Perikanan Melalui Sekolah Lapang bagi Anak-anak Terdampak Tsunami di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Bersama Sekolah Tinggi Perikanan.”

Bertempat di Posko Majlis Taklim Al Ikhlas, Desa Karabohong, Labuan, Pandeglang, terlihat para taruna didampingi beberapa dosen memberikan materi kepada anak-anak korban tsunami.

Anak-anak bersemangat mengikuti berbagai games, kuiz, pemutaran video feature dan film kartun tentang kelautan dan perikanan, serta berbagai lomba seperti menggambar dan mewarnai binatang laut.

Mereka bergoyang kala lagu Baby Shark menjadi salah satu primadona anak-anak dalam bernyanyi dan menari bersama. Terlihat pernak-pernik cantik dan balon yang berwarna-warni menghiasi dekorasi panggung di halaman posko tersebut.

Materi yang diberikan antara lain pengenalan bencana di wilayah pesisir; keadaan darurat tanggap bencana; pengenalan ekosistem pesisir dan fenomena alam yang terjadi; pengenalan tentang laut, konservasi sumberdaya perikanan.

Kemudian; perikanan (penangkapan ikan, budidaya, dan pengolahan); soft skill bagi anak-anak di wilayah pesisir; serta cinta kelautan dan perikanan dan cinta tanah air/NKRI. Tim yang bertugas terdiri dari taruna, dosen, dan tenaga kependidikan dari Kampus STP Jakarta, Bogor, dan Serang.

"KKP melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) terpanggil untuk terlibat langsung dalam kegiatan pemulihan masyarakat pesisir yang terdampak akibat tsunami di Selat Sunda pada 22 Desember 2018," tutur Ketua STP Mochammad Heri Edy.

Dari tiga tahapan bencana yang terdiri dari tanggap darurat, rekonstruksi, dan rehabilitasi, KKP berfokus pada tahapan ketiga yaitu rehabilitasi. Sementara dua tahapan sebelumnya merupakan wewenang lembaga lain yang memiliki prioritas dalam tindakan pasca bencana.

“Bentuk rehabilitasi yang akan dilakukan adalah berupa kegiatan sekolah lapang, yakni sekolah sementara yang ditujukan bagi putra-putri masyarakat pesisir terdampak bencana. Kegiatan ini berlangsung selama dua bulan sambil menunggu penyelesaian pemukiman yang akan disediakan oleh pemerintah,” imbuhnya.

Sekolah lapang kali ini merupakan minggu ketiga dan masih terdapat kegiatan selama lima minggu lagi. Setelah kegiatan sekolah lapang ini selesai, rencananya akan diadakan pengabdian kepada masyarakat, sebagai salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, ke lokasi lain yang terkena bencana tsunami Selat Sunda.

Untuk itu tim STP telah melakukan survey ke daerah lainnya, dengan jarak yang lebih jauh, medan yang lebih berat, dan kondisi pasca bencana yang lebih parah, antara lain ke Kecamatan Sumur, Pandeglang. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru