Ingin Investasi Toko Kucing, Pria di Bali Tertipu Hingga Rp1 Miliar

Minggu, 27 Januari 2019 : 09.06
Korban bisnis investasi toko kucing Ibnu Qoyyim Hatta (kiri) menunjukkan bukti transfer uang kepada pelaku
DENPASAR - Keinginan Ibnu Qoyyim Hatta mencoba peruntungan bisnis lewat investasi di toko kucing sirna sudah setelah uang total Rp 1 miliar lebih yang diinvestasikan ditilep rekanan bisnis.

Setelah berulangkali menghubungi rekan bisnis diketahui berinisial ML, tak kunjung membuahkan hasil, Ibnu melaporkannya ke kepolisian, dalam kasus penipuan.

Dalam laporannya pada (25/1/2019). Ibnu mengaku mengalami kerugian hingga Rp1.193.595.760 yang ditanamnkan untuk usaha penyedia perlengkapan dan makanan kucing. Ibnu menuturkan, awal perkenalan dengan pelaku bulan Juni 2018. Saat itu, pria asal Makkasar yang hobi memelihara kucing itu, belanja di Cat Costelk.

"Dia menawarkan saya untuk investasi demi kemajuan tokonya dan saya pun berminat invenstasi di toko tersebut," ucap Ibnu kepada wartawan di Denpasar, Sabtu 26 Januari 2019 malam. Setelah beberapa kali bertemu dan meyakinkan jika bisnis yang dikelola pelaku menjanjikan sehingga korban tertarik berinvestasi.

Benar saja, seiring berjalanan waktu, toko tersebut meningkat pesat bisnsinya. Kemudian, pelaku meminta korban tambahan modal untuk pengembangan bisnis. Alasannya, dia hendak membuka toko baru serupa di Kabuten Gianyar.

"Sayapun join investasi, namun tanggal 22 Januari 2019 malam, dia datang ke tempat saya nangis-nangis meminta maaf, karena toko di Gianyar tutup," ucap Ibnu didampingi sang istri dan seorang anggota komunitas penyuka kucing.

Tidak hanya itu, modal yang telah ditanam korban, kata pelaku, telah dibawa kabur oleh penjaga toko. Pelaku memelas, memohon waktu untuk mengembalikan uang yang diinvetasikan korban dengan cara mencicil.

Korban menyetujui permintaan pelaku. Hanya saja, korban yang bekerja di sebuah hotel itu ingin memastikan lokasi usaha toko kucing itu di Gianyar. Pelaku menyepakati dan janjian bertemu korban ke toko yang dijanjikan itu pada Kamis 24 Januari 2019 siang.

"Saya sampai di kontrakan dan tokonya, dia sudah pergi tennpa pesan dan mengakibatkan kerugian sebesar Rp1.193.595.760," tutur Ibnu. Uang sebanyak itu telah ditransfer kepeda pelaku selama kurun 2018 melalui bank selama 10 kali.

Atas kasus yang dilaporkannya itu, korban berharap pihak kepolisian bisa segera melacak keberadaan pelaku sampai tertangkap. Korban yang sudah berusaha dengan segala macam cara, kesulitan menemukan pelaku yang telah berganti banyak nomor dan kabur keluar Bali. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi