Gung Nik Ajak Warga Denpasar Sulap Sungai Kotor Jadi Obyek Wisata - Kabarnusa.com

Gung Nik Ajak Warga Denpasar Sulap Sungai Kotor Jadi Obyek Wisata

Minggu, 20 Januari 2019 : 00.00
Sungai atau Tukad Bindu yang semula kotor kini menjadi obyek wisata favorit warga Kota Denpasar
DENPASAR - Denpasar sebagai Ibu Kota Provinsi Bali dengan penduduk lebih dari 788 ribu jiwa memiliki destinasi wisata baru yakni wisata Tukad (Sungai) yang semula merupakan sungai kotor. Di tangan I Gusti Agung Ari Rai Temaja, Kepala Dusun Banjar Ujung, Kesiman, sungai kotor disulap menjadi wisata perkotaan yang menarik minat kunjungan warga dan wisatawan.

Tukad Bindu, sebuah aliran sungai yang melintas di wailayah Desa Kesiman ini dulunya merupakan tempat yang kotor dan terkesan menyeramkan.

Hamparan pepohonan besar dan pohon bambu menambah serbi suasana tepin sungai yang diserti jalan setapak ini. Kini, Tukad Bindu telah bertransformasi menjadi obyek wisata kota dengan beragam aktifitas dan spot swafoto yang menarik.

Bahkan, COE Bank Dunia dan Annual Meeting IMF-World Bank pun turut menyambangi obyek wisata sungai yang berlokasi di wilayah Banjar Ujung, Desa Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur.

Dibalik suksesnya penataan sungai yang melibatkan komunitas yang disebut Yayasan Tukad Bindu ini ada sosok muda inspiratif bernama Gung Nik, pria kelahiran Denpasar, 23 April 1973 ini.

Dia ssukses membangkitkan prtisipasi masyarakat dalam pembangunan dan kini berhasil mengantarkan Tukad Bindu meraih predikat sungai bersih nasional dan bergam penghargaan.

Gung Nik menjelaskan singkat, pengembangan obyek wisata Tukad Bindu ini. Hal ini dimulai dari awal kiprahnya menjadi seoarang Kepala Dusun (Kadus) di lingkungan Banjar Ujung Kesiman.

Setahun setelahnya yakni di tahun 2011 pria yang akrab disapa Gung Nik ini telah bekerja nyata bersama Sekehe Demen perlahan membersihkan kawasan Tukad Bindu. Satu persatu sudut bantaran tukad ditata sehingga menghasilkan spot-spot yang menarik.

“Ini bermula dari sekehe demen dan akhirnya mendapat respon positif di masyarakat,” ucap Gung Nik.

Tak kurang dari 7 Tahun berlalu kawasan Tukad Bindu kini tertata dengan rapi. Terdapat kawasan kuliner lokal, kawasan wisata air, jogging track. sarana fitnes, peken nusantara, kawasan urban farming, serta beragam spot foto menarik yang kini telah dilengkapi dengan free wifi.

Gung Nik Kadus Banjar Ujung, Kesiman, Denpasar
Gung Nik mengatakan bahwa secara pribadi pihaknya termotovasi dan tergugah untuk membangun masyarakat seutuhnya untuk mengangkat potensi yang ada. Hal ini dilakukan dengan penyatuan gerak dan menyamakan persepsi untuk peduli lingkungan. Sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat itu sendiri.

“Dengan usaha kita beberapa tahun yang lalu jika dilihat memang berat, tapi jangan pernah patah semangat, dan kini banyak masyarakat mendatangi Tukad Bindu, sektor ekonomi, budaya, tradisi dan seni pun bergerak bersama, hal inilah yang dinamakan ekonomi kreatif dan orange ekonomi yang kini terus digalakkan pemkot Denpasar,” jelasnya.

Ia berpesan agar kedepanya seluruh masyarakat ikut menjaga Tukad Bindu, hal ini dikarenakan Tukad Bindu tidak hanya milik Banjar Ujung, ataupun Desa Kesiman, melainkan milik kita bersama sebagai tempat suci yang dimuliakan oleh Umat Hindu.

“Mari kita jaga bersama, dan jangan sampai tercemar, hal iniah yang harus kita budayakan sehingga sungai tetap bersih dan menjadi obyek wisata bersama untuk berekreasi di tengah penatnya kota,” tutupnya. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru