Gubernur Koster Ajak Umat Islam Rawat Toleransi dan Keharmonisan di Bali

Minggu, 27 Januari 2019 : 07.14
Gubernur I Wayan Koster menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan gedung MUI Provinsi Bali
DENPASAR - Gubernur Bali I Wayan Koster mengajak seluruh umat Islam untuk menjaga merawat keharmonisan, toleransi, persatuan dan saling menghormati demi terciptanya kehidupan yang baik di Pulau Dewata.

Hal itu disampaikan Koster saat memberi sambutan pada peletakan batu pertama pembangunan Gedung MUI Provinsi Bali di Denpasar, Sabtu 26 Januari 2019. Koster melanjutkan, semua buku wajib atau kitab suci yang menjadi pegangan umat mengandung nilai-nilai ajaran yang sudah pasti baik.

"Kitab-kitab wajib yang kita baca, pasti hal yang baik, soal kemanusiaan, cinta sesama, menjaga keharmonisan, toleransi, hormat menghormati, saya kira semua umat beragama begitu ajarannya, tidak ada ajaran umat beragama menyuruh berantem satu sama lain," tegas Koster.

Semua ajaran agama, mengajak kepada kebaikan yang menjadi tuntunan bagi seluruh umat. Sebagaimana wejangan sambutan dari MUI Bali dan Pusat, kata Koster, intinya bahwa semua umat di Indonesia memiliki tugas dan tanggungjawab membangun kehidupan yang baik.

Kemudian, Koster mengutip sambutan pimpinan MUI, salah satu visinya bagaimana membangun kehidupan yang baik untuk semua. Jadi, tidak hanya bagi kepentingan umat Islam, tetapi untuk semua umat beragama.

Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini mengingatkan, bahwa semangat kekeluargaan, kebersamaan dan juga gotonhg royong adalah aset yang dimiliki bangsa.

"Lebih dari itu, harus didedikasikan bagi kehidupan kita di Bali, untuk kita bersama, karena Bali memiliki posisi sebagai tujuan pariwisata dunia, itu harus menjadi keberpihakan kita tersendiri," tandansya.

Untuk itu, Koster selalu mengajak semua umat untuk bersandar pada tata kelola kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara dengan memegang teguh Pancasila dan UU 1945.

"Ini semua yang harus dijaga secara bersama-sama, pesan saya jangan bikin gaduh apalagi mau Pemilu, semoga calon-calon anggota legislatif yang maju, jangan bikin perpecahan, kalau pecah, apa gunanya, tidak ada manfaatnya, yang rugi kita semua," katanya mengingatkan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga Pulau Bali agar kehidupan masyarakat bisa berjalan dengan baik. Bali yang penuh dengan toleransi, penuh komitmen menjaga persatuan dan kesatuan. "Mari kita bersama menjaga kerukunan hidup umat beragama, persaudaraan dan gotong royong kita seperti kata Pak Jokowi (Presiden RI)," demikian Koster.

Turut hadir dalam acara tersebut pengurus MUI Pusat KH Sodiqun, Ketua MUI Bali KH Taufik As'adi, pelingsir Puri Pemecutan, Cokorda Pemecutan, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet dan ratusan tokoh dan warga muslim lainnya. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru