Gubernur Bali Siap Hadiri Tabanan Harmoni Bersholawat untuk Bangsa

Jumat, 18 Januari 2019 : 17.52
Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) berfoto bersama dengan Bupati Tabanan dan Panitia seusai pertemuan
TABANAN - Gubernur Bali I Wayan Koster, menyambut baik rencana digelarnya Tabanan Harmoni Bersholawat untuk Bangsa dengan menghadirkan ulama kondang Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf di Lapangan Alit Saputra, Tabanan, Sabtu (19/1/2019) malam besok.

Gubernur Bali bahkan menyatakan kesiapannya untuk menghadiri kegiatan tersebut, "Astungkara saya akan hadir untuk membuka acara tersebut," katanya saat menerima Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti yang mengajak Panitia dari GP Ansor Tabanan di ruang kerja gubernur, Kamis (17/1/2019).

Pada kesempatan tersebut Gubernur Koster menyatakan memberikan apresiasi atas inisiatif warga muslim di daerah Tabanan dalam mendoakan bangsa ini sebagai wujud nyata keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Saya berharap doa bersama itu mampu memperkokoh toleransi bangsa di tengah menghadapi sejumlah persoalan seperti hoax, ujaran kebencian, hingga terorisme," katanya. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat menemui Gubernur Koster mengemukakan bahwa kegiatan doa bersama itu juga akan disisi dengan Deklarasi Kebhinnekaan Membumikan Pancasila.

"Ini adalah wujud nyata dalam menumbuhkembangkan perilaku dengan karakter yang bijak, toleran, dan cinta NKRI. Saya berharap umat muslim harus semakin kuat dalam menyuarakan perdamaian, menyejukkan hati dan pikiran dengan selalu menjaga persatuan,” tegasnya.

Lebih jauh Bupati Eka menuturkan, Kabupaten Tabanan telah dinobatkan sebagai kabupaten yang toleran dibuktikan dengan diraihnya Harmony Award pada 2017. Penghargaan tersebut yang merupakan apresiasi Kementerian Agama RI terhadap program penguatan kualitas kerukunan umat beragama.

"Kabupaten Tabanan dinilai berkontribusi luar biasa, dan terbaik dalam memberikan palayanan kerukunan umat beragama. Kontribusi itu mengacu pada berbagai aspek, diantaranya aspek dukungan anggaran dan dukungan kebijakan oleh Pemerintah Daerah," katanya.

Menurut Bupati Eka, penghargaan itu bukan sekedar untuk pajangan, namun harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Tabanan telah mampu memberikan aura positif untuk kerukunan umat beragama, dimana kerukunan umat beragama adalah kunci, modal, serta pondasi dari segala harapan dan cita-cita umat untuk mencapai kesuksesan pembangunan.

Wakil Bupati (Wabup) Komang Gede Sanjaya saat menggelar jumpa pers terkait kegiatan Tabanan Harmoni Bersholawat untuk Bangsa
"Meski agama dan keyakinan kita berbeda, jangan sampai membuat kita terpecah. Justru kita harus cerdas melihat perbedaan itu hal yang indah, kita jadikan benteng pemersatu dan keeratan antar umat beragama, karena pada hakekatnya kita bersaudara. Itulah implementasi konsep Tat Twam Asi," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Wabup Tabanan Komang Gede Sanjaya saat menggelar jumpa pers di rumahnya, Jumat (18/1/2019) siang. Didampingi Kabag Humas Dian Setiawan dan Ketua Panitia Antoni, Wabup Sanjaya memberikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan Tabanan Harmoni Bersholawat untuk Bangsa tersebut.

"Kegiatan membumikan Pancasila melalui Tabanan Harmoni yang digelar GP Ansor ini patut diapresiasi dan didukung bersama," katanya.

Hal itu diungkapkan Wabup karena belakangan ini disinyalir ada pihak pihak tertentu yang merongrong dan berniat mengganti Pancasila dengan paham lain. Kepada panitia, Wabup Sanjaya berpesan agar memperhatikan masalah sampah karena kegiatan tersebut nanti akan dihadiri ribuan orang.

Terkait pesan tersebut, Ketua Panitia yang juga Ketua GP Ansor Tabanan Antoni menyatakan kesiapannya. "Kami sudah mempersiapkan semuanya. Baik itu masalah keamanan kerjasama dengan Polres Tabanan maupun masalah penanganan sampahnya. Usai kegiatan, Lapangan Alit Saputra kembali bersih," katanya.

Menurut Antoni, kegiatan "Tabanan Harmoni Bersholawat untuk Bangsa" akan dihadiri sekitar lima ribu umat muslim dari seluruh Bali, bahkan mungkin dari luar daerah karena Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf selama ini memiliki banyak penggemar di berbagai daerah itu merupakan doa bersama untuk NKRI yang berdasarkan Pancasila.

Disebutkan, selain tausiah kegiatan yang akan dipimpin Habib Syech tersebut juga untuk mendoakan agar hajatan Pemilu Tahun 2019 berjalan dengan aman, tentram, tanpa perselisihan antar umat maupun antar golongan, dengan tetap memegang teguh Persatuan.

“Kami mengundang seluruh komponen masyarakat seperti FKUB, sebagai wujud kebhinnekaan. Kami akan mendeklarasikan Kebhinnekaan Membumikan Pancasila," pungkasnya. (gus)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru