Dibanjiri Wisatawan, Ritual Melukat di Pura Tirta Sudamala Lahirkan Jiwa Bersih

Minggu, 13 Januari 2019 : 10.37
Umat hindu atau wisatawan yang menjalani ritual melukat guna membersihkan jiwa dari unsur negatif bisa datang di mata air kawasan Pura Tirta Sudamala, Bangli/istimewa
BANGLI - Ritual Melukat merupakan salah satu tradisi yang ada dalam keyakinan ajaran Hindu di Bali yang bermakna pembersihan jiwa dari pengaruh unsur-unsur negatif.

Lazimnya Ritual Melukat dilakukan di sumber mata air yang ada di Pura, tempat pemandian, dan juga di laut. Salah satu lokasi tempat melukat sekaligus tujuan wisata yang terbilang wajib dikunjungi adalah Pura Tirta Sudamala.

Pura Tirta Sudamala terletak di Desa Sedit, Kelurahan Bebalang, Kabupaten Bangli, Bali. Pura Tirta Sudamala dapat ditempuh selama 90 menit dari Kota Denpasar.

Sepanjang perjalanan menuju lokasi Pura Tirta Sudamala Pengunjung akan disuguhi panorama persawahan prodoktif yang sangat hijau. Pura Tirta Sudamala memiliki sebelah mata air berbentuk pancoran untuk melakukan prosesi melukat.

Agar bisa menjangkau sumber mata air sebagai tempat prosesi ritual melukat, wisatawan harus menyusuri anak tangga ke bawah Pura Tirta Sudamala.

Pura Tirta Sudamala bersebarangan langsung dengan Sungai Banyu Asih. Khusus bagi wsatawan yang hamil dan datang bulan, tidak diperkenankan masuk ke areal Pura Tirta Sudamala untuk menjaga kesucian.

Wisatawan juga diwajibkan untuk mengenakan kamen atau kain adat bali, saat memasuki areal ini. Mereka yang berkeyakinan Hindu, sebelum memulai prosesi melukat membawa sesajen berupa pejati, dupa dan canang sari untuk dihaturkan saat sembahyang.

Bagi mereka non Hindu, apabila tidak menggunakan kamen, diwajibkan menggunakan pakaian yang sopan.

Melalui papan pengumuman, diinformasikan tatacara melukat di lokasi. Proses melukat mulai pancoran di utara sungai Banyu Asih. Konon, setiap tahap melukat di sebelas pancoan mata air dapat mengobati segala macam bentuk gangguan penyakit baik medis dan non medis.

Mata air untuk melukat dapat dibawa pulang dengan jerigen yang dijual oleh penduduk lokal disana. Usai melukat di sebelas mata air, wisatawan akan diberikan bija atau sarana upacara berupa beras yang telai diberikan doa dan dipercikan tirta oleh pemangku, pemuka Agama Hindu, Pura Tirta Sudamala.

Tidak ada biaya tiket masuk, namun wisatawan dapat berdonasi seikhlasnya untuk operasional perawatan Pura Tirta Sudamala. (rhm)
Loading...

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi