Bukan Ormas, Paiketan Semeton Yowana Pande Buleleng Fokus Perkuat Persaudaraan

Sabtu, 12 Januari 2019 : 08.30
Peraayaan dua tahun Pasemetonan Yowana Paramatha Pande Buleleng
BULELENG - Pasemetonan Yowana Paramatha “Pande Buleleng” yang memasuki usia ke-2 tahun kembali menegaskan bukan sebagai organisasi kemasyarakatan (Ormas) melainkan wadah berhimpun memperkuat tali persaudaraan diantara mereka.

Hari Ulang Tahun ini menjadi momentum guna mempersatukan kembali para warga Pande yang selama ini tercecer di Buleleng. Sejumlah kegiatan dilakukan Pasemetonan Yowana Paramatha selama kurun waktu setahun ini.

Ketua Pasemetonan Yowana Paramatha “Pande Buleleng” Komang Wismawan mengatakan, perayaan mengangkat tema “Semangat Ngayah Mari Membangun Paiketan Pasemetonan Pande Sejebag Buleleng” untuk mempererat tali kasih antara semeton Pande.

Pasemetonan juga telah memberikan bantuan kepada para lansia di Desa Patas Kecamatan Gerokgak, Kelurahan Beratan, Desa Sawankecamatan Sawan. Aksi itu, masuk dalam program 2018 untuk internal pesemetonan. Sedangkan 2019 baru memikirkan untuk memberikan bantuan ke pihak luar.

Ditambahkan Wismawan yang pendiri Paiketan Pasemetonan Yowana Paramatha “Pande Buleleng”, pembentukan wadah ini, guna menggugah semangat juang dan semeton anggota yang selama ini tercecer di Buleleng.

Pihaknya membentuk wadah ini, agar bisa saling kenal agar kembali mempersatukan diri, kita bukan suatu organisani atau Ormas tertentu. "Kami membentuk wadah yang bertujuan mempererat tali persaudaraan kita bahwa Pasemetonan PANDE masih ada,” jelas Wismawan.

Dalam Hut Ke-2 dihadiri semeton Pande asal Tabanan yang kini duduk dikursi DPD RI, Ketut Suardiana. Sebanyak 800 semeton hadir di acara yang digelar di wilayah Desa Kaliasem Kecamatan Banjar yang juga dihadiri Pembina Paiketan, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriadnya asal Kecamatan Tejakula.

Wismawan berharap, semeton bersatu untuk membangun jati diri serta melestarikan adat, kebudayaan Hindu di Bali. Tak kalah pentingnya, menjaga kesatuan dan persatuan NKRI. ”Kami memiliki program jangka panjang pada pertengahan tahun 2019, menggelar upacara potong gigi masal untuk meringankan beban biaya dari pasemetoan,” jelas Wismawan.

Ketua Pembina Yowana Paramartha Pande Buleleng Gede Supriadnya, berpesan Semeton Pande membetuk Yowana, sebagai ujung tombak untuk menyatukan atau merekatkan kembali hubungan anak muda ini.

"Warga Pande agar bertanggung jawab menjaga persaudaraan, menjaga adat istiadat serta Budaya Bali," harap Supriadnya.

Ketua Maha Semaya Warga Pande Buleleng (MSWP) Made Mudarma, mengharapkan Pasemetonan Pande Buleleng aktif untuk ngayah di Pura Besakih maupun pura Kayangan jagat di Pulau Bali. Begitu juga pada pujawali di danau Tamblingan agar Yowana Paramartha agar ada didepan bersama pekandel (pengempon lokal). (gde)

Rekomendasi