Banjir Terjang Sulawesi Selatan, 8 Meninggal dan Ribuan Warga Mengungsi

Rabu, 23 Januari 2019 : 18.13
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan/bnpb
MAKASSAR - Hujan deras disertai angin kencang dan gelombang pasang telah menyebabkan sungai-sungai meluap sehingga banjir di wilayah Sulawesi Selatan pada 22/1/2019 siang hari mengakibatkan delapan orang meninggal dan ribuan warga lainnya mengungsi.

Data sementara tercatat, 53 kecamatan di 9 kabupaten/kota di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan yang mengalami banjir yaitu di Kabupaten Jeneponto, Gowa, Maros, Soppeng, Barru, Wajo, Bantaeng, Pangkep dan Kota Makassar.

Dampak sementara akibat banjir, longsor dan angin kencang pada Selasa (22/1/2019) sebagaimana
dihimpun Posko BNPB berdasarkan laporan dari BPBD, tercatat 8 orang meninggal dunia.

"Sebanyak orang hilang, ribuan rumah terendam banjir, ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman," tutur Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPN Sutopo Puwo Nugroho dalam siaran persnya, Rabu (23/1/2019).

Selain itu, banjir merendam 10.021 hektar sawah. Dilaporkan pula, korban meninggal dunia ditemukan di Jeneponto 5 orang dan Gowa 3 orang, sedangkan korban hilang terdapat di Jeneponto 3 orang dan Pangkep 1 orang.

"Hingga hari ini pukul 14.00 WIB banjir masih banyak melanda di daerah. Penanganan darurat dan pendataan masih terus dilakukan sehingga update data akan berubah," sambung Sutopo.

Di Kabupaten Jeneponto, banjir melanda 21 desa di 10 kecamatan yaitu Kecamatan Arung Keke, Bangkala, Bangkala Barat, Batang, Binamu, Tamalatea, Tarowang, Kelara, dan Turatea dengan tinggi banjir 50 – 200 centimenter. Banjir akibat hujan deras sehingga sungai-sungai meluap, diantaranya Sungai Topa, Allu, Bululoe, Tamanroya, Kanawaya, dan Tarowang.

Di Kota Makassar, banjir melanda 14 kecamatan yaitu Kecamatan Biringkanaya, Bontoloa, Kampung Sangkarang, Makassar, Mamajang, Manggala, Mariso, Pankkukang, Rampocini, Tallo, Tamalanrea, Tamalate, Ujung Pandang, dan Ujung Tanah. Sekitar 1.000 jiwa warga mengungsi.

Banjir juga disebabkan hujan deras kemudian sungai-sungai yang bermuara di Kota Makassar meluap. Sementara di Kabupaten Gowa, banjir melalanda 7 kecamatan yaitu Somba Opu, Bontomanannu, Pattalasang, Parangloe, Palangga, Tombolonggo, dan Manuju.

Selain hujan deras, banjir juga disebabkan dibukanya pintu Waduk Bili-Bili karena terus meningkat volume air di waduk sehingga untuk mengamankan waduk maka debit aliran keluar dari Waduk Bili-Bili ditingkatkan.

Sementara banjir di Kabupaten Marros melanda 11 kecamatan. Lebih dari 1.400 orang mengungsi. Pendataan masih dilakukan. Listrik padam sehingga komunikasi juga putus. Hujan ekstrem turun sejak 22/1/2019 di beberapa wilayah Sulawesi Selatan menyebabkan banjir.

Pemerintah daerah dan masyarakat dihimbau terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi banjir dan tanah longsor. Apalagi, BMKG menyebarkan peringatan dini hujan lebat selama 23 – 30 Januari 2019. Sebagian besar wilayah Indonesia puncak hujan berlangsung selama Januari hingga Februari 2019.

Jika menilik data statitisk dari data kejadian bencana selama 20 tahun terakhir menunjukkan, selama bulan Januari dan Februari merupakan puncak dari kejadian bencana hidrometeorologi yaitu banjir, longsor dan puting beliung. Polanya mengikuti dari pola curah hujan. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru