menu
search

Balingkang Kintamani Festival 2019, Gairahkan Kunjungan Wisman Tiongkok

Selasa, 29 Januari 2019 : 00.30
DENPASAR - Guna menggairahkan kembali kunjungan wisman Tiongkok ke Pulau Dewata, Pemerintah Provinsi Bali bersama stakeholder pariwisata membuat festival Chinese New Year 2019, 6 Februari nanti

Pemerintah Provinsi Bali menargetkan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali pada tahun 2019 sebanyak 1,5 juta – 1,6 juta. Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali pada November 2018, kunjungan wisatawan Tiongkok turun 37,51%, menduduki posisi kedua, yang sebelumnya selalu peringkat satu kunjungan tertinggi ke Bali.

Terlebih terjadinya praktik toko dan jual beli kepala yang sempat membuat turun jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok di Bali. Strategi digunakan adalah mengikat wisatawan Tiongkok dengan hubungan budaya yang terjalin antara Bali dan Tiongkok sejak jaman dulu.

Wisatawan Tiongkok sejauh ini hanya menikmati atraksi wisata alam dan belum mengenal lebih jauh kebudayaan Bali. Padahal budaya Bali dan Tiongkok sangat erat kaitannya. Akulturasi Budaya Bali dan Tiongkok sebenarnya sudah terjadi sejak zaman dahulu.

Dibuktikan dengan adanya situs kerajaan Balingkang di Bali. Dengan adanya Balingkang Kintamani Festival inI, wisatawan Tiongkok akan diperkenalkan dengan kebudayaan Bali serta bagaimana budaya tersebut pernah berinteraksi dengan kebudayaan Tiongkok.

Balingkang Kintamani Festival 2019 merupakan inisiasi dari Pemerintah Provinsi Bali bersama Bali Tourism Board (BTB) dalam rangka menyambut kedatangan wisatawan Tiongkok pada Tahun Baru Imlek tahun 2019.

“Jadi ini (budaya), salah satu tools yang kita pakai,” kata Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dalam keterangan resminya, Senin (28/1/2019).

Melalui festival ini, Ia ingin mengembangkan daya tarik baru untuk Bali khususnya di Batur, Kintamani dengan mengangkat budaya. Festival yang dipusatkan di depan Pura Batur, Kintamani ini akan mengangkat cerita Dalem Balingkang.

Bekerjasama dengan Bali Liang, pada tanggal 6 Februari nanti, tamu Tiongkok sekitar 2.000 wisatawan yang ada di Bali diarahkan ke Batur. Festival ini akan menekankan pada alkulturasi budaya Bali dan Tiongkok melalui kisah percintaan segitiga antara Raja Jaya Pangus, Putri Kang Cing We, dan Dewi Danu yang dikemas dalam bentuk parade budaya.

Ketua Bali Tourism Board (BTB) IB Agung Partha Adnyana mengatakan, di dunia kisah romance tidak pernah habis. Romeo and Juliet contohnya. Semua orang tahu sampai ke kampung pun mengetahui kisah itu.

Di Bali juga ada kisah romance yaitu Jaya Pangus dan Kang Cing Wie dan IB Sri Danu. Cinta segitiga itu telah menorehkan kisah cinta yang romantis. "Kita harus kemas agar orang antusias menonton," imbuh Agung.

Kintamani sudah dari dulu terkenal, sejak 100 tahunan lebih. Maka dari itu ia ingin memperkenalkan daerah itu sebagai daerah teromantis di dunia dengan festival tersebut. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua