menu
search

Waketum DMI Syafruddin: Keberagaman Agama Indonesia Harus Disyukuri

Sabtu, 22 Desember 2018 : 21.36
Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia H Syafruddin saat membuka Halaqah Nasional Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia di Jakarta
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, H Syafruddin menegaskan keberagaman agama di Indonesia hendaknya disyukuri karena itu menjadi bekal dalam hidup yang rukun dan damai.

Ia juga meminta para khatib untuk mensyukuri dan turut menjaga kerukunan antarumat beragama dan ras di Indonesia.

"Meskipun Indonesia memiliki beragam agama dan ras, tetapi bangsa Indonesia tetap bisa hidup dengan rukun dan damai dalam suatu harmoni kehidupan," tegas Syafruddin saat membuka Halaqah Nasional Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia di Hotel Mercure, Jakarta Selatan, Sabtu (22/12/18).

Kata dia, inilah esensi sekaligus raw model bahwa umat Islam di Indonesia tumbuh dan berkembang dengan budaya ketimuran yang penuh toleransi yang sangat tinggi dalam mewujudkan misi Islam yang Rahmatan Lil Alamin.

"Ini sekaligus juga menguatkan peradaban Islam di indonesia,” ujar Syafruddin. Halaqah Nasional Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia merupakan pertemuan yang digelar oleh Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia di Hotel Mercure, Jakarta.

Acara dilaksanakan selama tiga hari, mulai Jumat (21/12/2018) hingga Minggu (23/12/2018) dengan tema Meneguhkan Peran Khatib dalam Melestarikan Dakwah Rahmatan Lil Alamin. Pertemuan akan menyatukan persepsi untuk memberikan dakwah kepada masyarakat.

Kata Syafruddin, paling tidak terdapat dua hal yang menjadi penguatan peradaban Islam, yakni pertama memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dan kedua memiliki jumlah masjid paling banyak di dunia.

"Keduanya menjadi penguatan untuk menunjukkan besarnya peradaban Islam di Indonesia," sambungnya.

Syafruddin yang Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengingatkan Indonesia bisa saja disalib India yang saat ini jumlah umat Islamnya terus berkembang karena pertambahan jumlah penduduk dan syiar Agama Islam.

“Saat ini jumlah umat Islam di India mencapai 22 persen dari total penduduk India, tetapi diperkirakan akan meningkat menjadi 30-40 persen,” ujar Syafruddin. Usai mebuka acara, Syafruddin menjawab pertanyaan wartawan mengenai pengaturan isi ceramah khatib, Syafruddin menegaskan bahwa dalam urusan berceramah, para khatib tak perlu lagi dilatih.

“Kalau khotib jauh lebih pintar dalam mendalami Islam. Jadi khotib seharusnya bisa tahu apa yang harus disampaikan,” tegas Syafruddin.

Dalam konteks masjid, masalah politik bukanlah suatu momok sebab politik adalah sebuah aspek untuk menata kehidupan berbangsa. Dia juga membantah akan ada sertifikasi para khatib dalam acara tersebut, kecuali membahas masalah agama Islam yang Rahmatan Lil Alamin dan perkembangan di dunia. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua