Wabup Suiasa Hadiri Karya Pemelaspasan di Desa Adat Bale Agung

Sabtu, 22 Desember 2018 : 11.05
Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa (tengah) didampingi tokoh masyarakat I Gede Putu Suyantha dan I Nyoman Sutrisno.
BADUNG - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri upacara Pemelaspasan di Desa Pekraman Bale Agung, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Jumat 21 Desember 2018 petang. Tokoh masyarakat I Gede Putu Suyantha dan ratusan warga menyambut hangat Wabup Suiasa dalam acara Pemelaspasan Barong dan Rangda yang berlangsung tertib dan lancar.

Wabup Suiasa menegaskan, kehadirannya mewakili Pemerintah Badung untuk menujukkan bahwa pemerintah memiliki perhatian besar, terhadap kehidupan keagamaan seperti dilakasanakan umat Hindu di Banjar Adat Bale Agung yang kini meningkat statusnya menjadi Desa Adat atau Desa Pekraman Bale Agung.

Dikatakan Suiasa, dirinya ingin memastikan, bantuan hibah senilai Rp1,2 Miliar yang digelontorkan pemerintah, benar-benar dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan masyarakat. "Ini sudah menjadi kewajiban saya selaku pemerintah, kali ini warga Adat Bale Agung menggelar prosesi Ngratep," ucapnya didampingi Suyantha dan Nyoman Sutrisno tokoh masyarakat lainnya

Menurut Suiasa, bantuan hibah ini merupakan amanah pemerintah, guna mendorong masyarakat untuk penguatan dalam menjalankan tugas "Swadarma" dengan melaksanakan kegiatan keagamaan. Ditegaskan, kegiatan ini murni, dalam rangka bersama masyarakat melaksanakan nilai-nilai agama untuk penguatan adat, budaya dan tradisi.

Sesuai visi pembangunan di Badung, tegas dia, dinyatakan salah satunya, penguatan pemberdayaan dan peningkatan sisi sektor keagamaan tercakup didalamnya, adat, tradisi dan budaya. Untuk itu, siapapun masyarakat, yang melaksanakan kegiatan agama, adat dan budaya, menjadi kewajiban pemerintah untuk hadir dan memberikan dukungan.

Hadir dalam pengertian fisik maupun hadir dalam bentuk semangat, pemikiran hingga solusi bantuan yang diberikan sebagai upaya membantu pemberdayaan dan penguatan masyarakat.

Bantuan hibah sebesar itu, dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melaksanakan kegiatan agama dan pembanguna fisik. Rinciannya, upacara keagamaan Rp700 Juta dan penguatan pembangunan fisik Rp500 juta sehingga totalnya mencapai Rp. 1,2 miliar.

"Harapan kami, masyarakat tetap berpegang teguh pada prinsip yang menjadi roh kehidupan di Bali yang berpegang kepada ajaran agama didalamya ada adat dan budaya," harap Suiasa. Ketiga hal itu tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya karena dalam agama Hindu, pelaksanaannya berkaitan adat, budaya dan tradisi.

"Ini menjadi kejiwaan, kekuatan Bali , kami selalu mendorong dalam melaksanakan kegiatan, kehidupan bersandar pada agama, adat dan budaya, karena utu sejatinya jiwa Bali," tandasnya.

Selain itu, Suaisa meminta masyarakat adat Bale Agung tetap menjaga kebersamaa, persatuan karena itu menjadi kunci dalam melaksanakan pembangunan. Dengan persatuan, pemerintah akan lebih mudah dalam membuat berbagai kebijakan untuk kepentingan masyarakat.

Pihaknya juga mendorong kemandiran desa, lewat program-program yang dilaksanakan sebagai desa mandiri. Sepanjang untuk kepentingan masyarakat dan melaksanakan agama, adat dan budaya pemerintah daerah akan hadir

Terkait bantuan yang dibeirkan, hal itu juga sudah menjadi komitmen Pemkab Badung di mana pada anggaran Induk 2018 telah dipasang Rp 800-Rp 900 Miliar untuk dana hibah. "Dalam satu tahun Rp1 triliun lebih kita berikan kepada masyarakat, itu kan murni untuk masyarkat, cukup efektif, bisa dirasakan masyarakat," tegasnya.

Dana hibah sepanjang sesuasi prosedur dan mekanisme tidak melanggar aturan, tentu pemerintah tidak akan ragu memberikannya kepada masyarkat. Karena sejatinya dana hibah itu dikembalikan lagi ke masyarakat.

Dalam kesempatan itu, tokoh masyarakat Adat Bale Agung Putu Gede Suyantha menyampaika apresiasi yang tinggi kepada Pemkab Badung yang telah memberikan dukungan besar bagi Desa Adat Balae Agung yang kini telah menjadi Desa Adat atau Desa Pekraman sendiri. Sebelumnya, sekira 261 kepala keluarga atau krama adat itu bergabung dengan Dinas Adat Cemagi.

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa memberikan sambutan di hadapan ratusan warga adat Bale Agung, Cemagi Kuta Utara
"Kami mewakili warga adat dan panitia penerima dana hibah, tentu sangat berbangga, karena baru kali ini ada pemimpin, yang menyatukan masyarakat," tegasnya. Sesuai moto yang digaungkan kepemimpinan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati Ketut Suiasa, bahwa pemimpin yang berhasil adalah yang bisa menyatukan masyarakat.

Hal ini telah dibuktikan duet Giri Prasta dan Suiasa dalam memimpin Badung selama ini. Pihaknya menyampaikan itu bukan karena menyanjung tetapi fakta dan realitas, warga khususnya di Banjar Bale Agung sudah merasakan keberpihakan dan komitmen kepemimpinan di Badung kepada masyarakat.

Dengan terselesainya pembangunan kali ini, tentu antara adat dan budaya tidak bisa dipisahkan. Ini menjadi kebanggaan buat warga karena tidak ada lagi kekurangan dalam melaksanakan kegiatan keagamaan dan adat.

Disamping secara umum melakukan berbagai upaya lain,warha juga meyakini bantuan pemerintah sebab menyadari kemampuan masyarakat, tidak mungkin menyelesaikan pembangunan fisik yang cukup besar itu, selesai dalam waktu singkat.

"Kami bersama jajaran pengurus banjar adat, sudah mengambil langkah, permohonan bantuan dana di induk 2019 untuk pembangunan pura, agar sesuai yang menjadi dasar pendirian Desa Pekraman, ada pura puseh, pura desa dan pura dalem, tentu menjadi kewajiban juga pemerintah untuk mensupport kami, sesuai visi misi pemerintah menyelesaikan masalah tanpa masalah," tegasnya.

Sesuai kekuatan sejarah warga dalam bergotong royong dalam membangun, kali ini warga juga akan mengeluarkan dana Rp50,000 per KK, yang menjadi dasar pembangunan tempat ibadah, kemudian sisanya diharapkan bantuan pemerintah.

"Tentu dengan hal ini, menambah motivasi kami melakukan aktivitas sesuai program bupati dan wakil bupati di Badung untuk mempertahankan adat dan budaya," demikian Suyantha. (rhm)
Loading...

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi