menu
search

Tutup Tahun 2018, BI: Kinerja Perbankan Bali Kuat dan Stabil

Kamis, 13 Desember 2018 : 20.11
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana
DENPASAR - Menjelang akhir tahun 2018 kinerja perbankan di Bali menunjukkan kondisi yang tetap kuat dan stabil sebagaimana catatan Bank Indonesia (BI).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana mengungkapkan kondisi tersebut tercermin dari indikator pertumbuhan kredit perbankan yang tumbuh 5,03% (yoy) pada triwulan III 2018.

"Capaian itu meningkat dibanding triwulan II 2018 sebesar 3,74% (yoy)," ungkap Iman di Kantor BI Bali, Denpasar, Kamis (13/12/2018). Sejalan dengan itu, penyaluran kredit UMKM juga menunjukkan akselerasi yaitu tumbuh 7,95% (yoy), dibanding 6,96% (yoy) pada triwulan II 2018.

Sementara itu, pertumbuhan DPK juga meningkat menjadi sebesar 8,17% (yoy) di triwulan III 2018, lebih tinggi dibanding triwulan II 2018 yang sebesar 7,79% (yoy).

Kualitas kredit juga masih tetap terjaga dengan NPL sebesar 2,98%, menurun dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar 3,08%. Sementara share kredit UMKM perbankan di Bali juga cukup besar mencapai 37,70% pada triwulan III 2018.

Kegiatan sistem pembayaran tunai di Bali tercatat cukup tinggi, aliran uang masuk ke kas Bank Indonesia (cash inflow) sampai dengan akhir Nopember 2018 tercatat Rp17,85 triliun, sementara cash outflow atau aliran uang keluar dari kas Bank Indonesia tercatat Rp17,41 triliun, sehingga terjadi net inflow sebesar Rp435 miliar.

Untuk perkembangan transaksi jual–beli valas di Provinsi Bali juga meningkat selama beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data transaksi Penyelenggara KUPVA BB di Bali, total transaksi jual–beli valas hingga triwulan III 2018 tercatat Rp29,46 triliun atau meningkat 4,68% (yoy).

Pada triwulan III 2018, total pembelian dan penjualan valas tercatat masing-masing tercatat Rp4,99 triliun dan Rp4,98 triliun. Sejalan dengan itu, transaksi melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) sampai dengan akhir Nopember 2018 tercatat sebesar Rp53,57 triliun, atau turun 3,91% (yoy). (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua