Tsunami Selat Sunda, Jokowi Imbau Masyarakat Tenang Jangan Termakan Isu Menyesatkan

Senin, 24 Desember 2018 : 05.52
Presiden Jokowi memberikan keterangan pers di Banggai Sulawesi Tengah/biro pers setpres
BANGGAI - Masyarakat di sekitar wilayah Banten dan Lampung dihimbau tetap tenang pascabencana tsunami di perairan Selat Sunda, jangan sampai terpancing isu yang menyesatkan. Pemerintah saat ini sedang berupaya maksimal untuk melakukan penanganan terhadap daerah terdampak bencana.

"Masyarakat saya imbau untuk tetap tenang tapi juga waspada dan tidak terpancing oleh isu-isu yang menyesatkan," ujar Presiden Joko Widodo di Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Minggu, 23 Desember 2018.

Sebelumnya, Jokowi telah menginstruksikan jajaran terkait mulai dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Sosial, Panglima TNI, hingga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk langsung terjun ke lapangan melakukan evakuasi dan pendataan.

"Saya juga telah memerintahkan untuk melakukan langkah-langkah darurat menemukan korban dan juga melakukan perawatan secepat-cepatnya," tegasnya. Kepala Negara masih terus memantau perkembangan terkini dari tim yang ada di lapangan. Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, ia menyampaikan dukacita bagi para korban dan keluarga.

"Saya atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan duka yang mendalam atas terjadinya korban yang setiap jam selalu saya ikuti terus," tandasnya.

Perkembangan terkini disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menyebut bahwa sampai dengan pukul 16:00 WIB, tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka, dan 28 orang hilang.

Adapun kerusakan material meliputi 556 unit rumah, 9 unit hotel mengalami rusak berat, dan 350 kapal serta perahu juga mengalami kerusakan.

"Penanganan darurat terus dilakukan. BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian PUPR, Kementerian ESDM, dan kementerian atau lembaga terkait lainnya terus mendampingi Pemda dalam penanganan darurat," tulis Sutopo. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru