Tsunami Sapu Pesisir Pantai di Selat Sunda, 43 Orang Meninggal

Minggu, 23 Desember 2018 : 08.39
ilustrasi/net
PANDEGLANG - Sedikitnya 43 orang dilaporkan meninggal dunia dan ratusan bangunan rumah termasuk hotel rusak setelah gelombang tsunami di Selat Sunda yang menerjang pesisir pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang hingga Lampung.

Dampak tsunami yang menerjang pantai di sekitar Selat Sunda, khususnya di Kabupaten Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang terus bertambah. Tsunami terjadi sekitar pukul 21.27 WIB, Sabtu 22 Desember 2018 malam.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, BMKG telah merilis bahwa tsunami yang menerjang wilayah pantai di Selat Sunda diantaranya di pantai Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan.

"Tsunami bukan dipicu oleh gempabumi, tidak terdeteksi adanya aktivitas tektonik," tegas Sutopo dalam siaran pers, Minggu (23/12/2018). Kemungkinan, lanjut Sutopo, tsunami terjadi akibat longsor bawah laut karena pengaruh erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Pada saat bersamaan terjadi gelombang pasang karena pengaruh bulan purnama. Jadi, kombinasi antara fenomena alam yakni tsunami dan gelombang pasang," beber Sutopo.

Dia melanjutkan, Badan Geologi mendeteksi pada pukul 21.03 WIB, Gunung Anak Krakatau erupsi kembali dan menyebabkan peralatan seismograf setempat rusak. Namum seismik Stasiun Sertung merekam adanya getaran tremor terus menerus (tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigakan).

"Kemungkinan material sedimen di sekitar Anak Gunung Krakatau di bawah laut longsor sehingga memicu tsunami," tutur Sutopo. Dampak tsunami menerjang Kabupaten Pandeglang yang paling parah di beberapa pantai seperti Panimbang, Sumur, hingga Carita.

"Sampai saat ini, tercatat total sudah 43 orang meninggal, 491 orang mengalami luka-luka dan ratusan rumah termasuk 9 hotel rusak," sebutnya. Di Kabupaten Serang dan Lampung Selatan juga ada korban jiwa dan harta benda material seperti rumah dan kendaraan warga.

Penanganan darurat masih terus dilakukan oleh BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. Bantuan logistik disalurkan. Sementara itu Jalan Raya penghubung Serang-Pandeglang putus akibat tsunami.

"Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan. Update penanganan darurat akan terus disampaikan," demikian Sutopo. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru