Teror Perusakan Spanduk Partai Berkarya dan Demokrat di Karangasem

Sabtu, 29 Desember 2018 : 15.07
Ketua Tim Advokasi Partai Berkarya Karangasem Putu Suastika
KARANGASEM - Aksi teror perusakan spanduk dan alat peraga milik Caleg Partai Berkarya dan Partai Demokrat serta Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kabupaten Karangasem Bali. Tidak terima dengan ulah pelaku tak bertanggungjawab itu, kasusnya kemudian dilaporkan Bawaslu Karangasem.

Sekretaris Partai Berkarya Karangasem yang juga Bidang Hukum dan Advokasi I Gede Putu Suastika menyebutkan, dua spanduk milik Calag Partai Berkarya dirusak dan hilang. Spanduk yang dirusak milik caleg Mi Eli Megawati yang dipasang di Yeh Elokan, Seraya Barat. Spanduk yang dipasang di tempat umum ini tiba-tiba hilang.

“Untuk spanduk yang hilang di Seraya diketahui hilang 23 Desember sore,” ujarnya, Sabtu (29/12/2018). Saat membuat laporan, turut mendampingi I Gusti Ketut Granti selaku Kepala Bidang Litbang Partai Berkarya dan kedua caleg yang spanduknya hilang.

Selain itu, ada lagi spanduk milik caleg I Gusti Ayu Agung Mahadewi di Nongan, Rendang. Spanduk ini di pasang di zonadi namun di rusak orang tak dikenal. Spanduk Agung Mahadewi sendiri diketahui rusak 26 Desember.

“Kami menilai pelaku telah melakukan pelanggaran pemilu dengan merusak alat peraga. Ini jelas melanggar undang undang,” ujarnya. Karenanya, dia melaporkan kejadian itu ke Bawaslu Karangasem agar mendapat tindak lanjut dan perhatian.

Ketua Bawaslu Karangasem Putu Gede Suastrawan membenarkan pengaduan soal hilangnya dan rusaknya alat peraga Partai Berkarya. Suastrawan mengaku akan menurunkan tim untuk menyelidiki khasus ini. Yang jelas ini baru sebatas informasi atau pengaduan namun tetap akan ditindaklanjuti.

Diketahui, Partai Berkarya Karangasem memasang 10 caleg. Kemudian juga ada 3 caleg provinsi dan ada juga Calag DPR RI. Sementara spanduk yang dipasang kedua calegnya tersebut tendem dengan DPR RI I Wayan Wetha.

Anggota Bawaslu Karangasem I Kadek Puspa Jingga dan Diana Devi selaian Partai Berkarya pengaduan alat peraga yang hilang dan rusak juga ada dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

"Ada juga pengaduan kalau Baliho PSI di Bungaya juga dirusak,” ujarnya. untuk itu Bawaslu sudah turun ke TKP namun sejauh ini belum ada hasil. Investigasi Bawaslu melibatkan Panwascam setempat. Selaian itu ada juga persoalan lain. Dimana Baliho milik PSI diprotes warga yang juga pemilik lahan.

Karena memasang alat peraga tersebut tanpa ijin. Untuk yang ini menurut Jingga sudah selesai dan baliho tersebut sudah dilepas yang memasang. Dari laporan Panwascam di Manggis, Desa Antiga juga ada perusakan spanduk Partai Demokrat tepatnya di Dusun Nyuh Tebel.

Dengan laporan ini Bawaslu akan terus bekerja untuk menindaklanjuti semua temuan dan pengaduan masyarakat. Untuk itu pihak Bawaslu juga minta warga masyarakat jangan melakukan tindakan pidana dengan cara merusak APK sebab tindakan itu sudah masuk Pidana Pemilu. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru