Stabiliasi Harga, BI Kembangkan UMKM Sektor Pertanian

Rabu, 19 Desember 2018 : 06.13
DENPASAR - Dalam upaya mendorong kepedulian Bank Indonesia untuk membantu tugas pemerintah dalam upaya stabilisasi harga melalui pengembangan UMKM khususnya yang bergerak di sektor-sektor pertanian.

Bank Indonesia telah bekerja sama dengan sejumlah kelompok tani/ternak di Provinsi Bali yang berfokus pada budidaya beras (KTTI Pulagan & Subak Getas, Gianyar), bawang merah (KTT Sari Pertiwi, Bangli), Bawang Putih (KTT. Manik Pertiwi) dan lainnya.

Di samping itu, BI juga membina sejumlah UMKM kerajinan yang sering diikutkan dalam berbagai acara expo dan pameran baik di Bali (seperti di Pekan Kesenian Bali tahun 2018), event IMF-World Bank Annual Meeting tahun 2018 di Nusa Dua, Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Jakarta.

Hingga beberapa event pameran yang dilaksanakan di luar negeri seperti Indonesia Festival di Moscow (dua tahun terakhir ini), dan Indonesia Coffee Day di London yang dihadiri UMKM kopi kintamani pada bulan November 2018.

"Tahun ini kami juga menjaring talenta-talenta muda berbakat yang bergerak di bidang ekonomi digital," jelas Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Azka Subhan A dalam acara Intermediasi Bank dan Temu Bisnis di Denpasar, Selasa 18 Desember 2018.

Para startup digital ini juga pastinya membutuhkan akses pasar dan permodalan yang ingin mereka capai dalam pengembangan usahanya.

Pembinaan dilakukan BI serta bantuan akses terhadap permodalan dan pasar merupakan salah satu strategi yang terus kami kejar di samping bantuan-bantuan teknis yang terus kami lakukan seperti cara budidaya organik, manajemen/penguatan kelompok, hingga keterlibatan dalam berbagai pameran tersebut.

Acara ini merupakan puncak dari kegiatan pengembangan UMKM yang menjadi salah satu fungsi yang diemban oleh Bank Indonesia yang juga dilaksanakan baik di Kantor Pusat maupun di 46 kantor perwakilan yang ada di seluruh Indonesia.

Temu bisnis dan intermediasi keuangan ini juga merupakan ajang bagi UMKM Binaan Bank Indonesia untuk menciptakan peluang baik bagi pemasaran produk-produknya dan juga mengembangkan potensi ekonomi yang lahir dari UMKM.

"Karena hal ini kami dasari dari visi Bank Indonesia terhadap pengembangan UMKM," kata Azka menegaskan. Diketahui, tugas dan fungsi Bank Indonesia adalah menjaga kestabilan nilai Rupiah, di mana nilai ini salah satunya didorong oleh pergerakan harga-harga produk pertanian yang kami istilahkan sebagai volatile food.

Faktor lainnya adalah administered prices yang disebabkan karena perubahan harga akibat kebijakan pemerintah (seperti tarif dasar listrik atau BBM). Disamping inflasi akibat perubahan tingkat harga secara umum. Dalam temu bisnis pihaknya berupaya untuk mempertemukan (business matching) antara para UMKM baik yang bergerak di bidang pertanian dengan pasar-pasar modern.

UMKM binaan seperti cabai sudah punya produk turunan sambal dan abon cabe, bawang merah yang sudah punya bawang goreng dan keripik, kopi kintamani yang sudah memiliki branding yang cukup baik, maupun produk-produk primer seperti beras, bawang merah, cabai, maupun produk produk lainnya.

Sedangkan pada intermediasi perbankan ini, dharapkan dapat menjadi sarana tidak hanya UMKM binaan Bank Indonesia untuk memperoleh akses ke permodalan, namun juga bagi perbankan / lembaga-lembaga keuangan mikro yang membutuhkan sasaran bagi penyaluran kredit khususnya yang diarahkan kepada UMKM.

Kelompok-kelompok UMKM Binaan Bank Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan sekaligus terus bersama-sama mengembangkan UMKM yang menjadi bagian penting dari ekonomi Bali ini. (rhm)
Loading...

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi