Sisir Pemilih Tercecer, Bawaslu Bali Datangi Perekaman Data e-KTP

Jumat, 28 Desember 2018 : 16.43
Anggota Bawaslu Ketut Rudia meninjau perekaman data KTP Elektronik/istimewa
DENPASAR - Bawaslu Bali mendatangi proses perekaman data Elektronik KTP (e-KTP) guna memastikan masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu dan Pilpres 2019. Kendati DPT HP2 hasil perbaikan sudah di tetapkan KPU, 15 Desember 2018, namun bukan berarti masalah daftar pemilih Pemilu 2019.

Pasalnya, ada sejumlah nama pemilih yang belum melakukan perekaman, tapi sudah masuk ke DPT HP2. Kementrian Dalam Negeri mengeluarkan himbauan kepada pemerintah daerah setempat melalui perekaman dengan jemput bola serentak di seluruh Indonesia, 27 sd 28 Desember 2018.

Demikian dengan Bali, lantaran terkendala hari Raya Galungan, sehingga Bawaslu Bali melakukan jemput bola perekaman KTP E baru, Jumat (28/12/2018). Perekaman KTP Elektronik di wilayah Kota Denpasar seperti dilakukan di Kantor Desa Ubung Kaja Denpasar Utara.

Dua komisioner Bawaslu Bali, I Wayan Wirka dan I Ketut Rudia. Wirka dan Rudia di dampingi Komisioner Bawaslu Kota Denpasar I Wayan Sudarsana. Turut hadir anggota Panwaslu Denpasar Utara dan PPDK Ubung Kaja.Sementara dari Disdukcapil Kota Denpasar, di pantau langsung oleh Plt Disdukcapil Denpasar AA Istri Agung beserta Kabid Dafduk Disdukcapil Kota Denpasar Lely.

Rudia mengatakan, pengawasan melekat terhadap kegiatan tersebut merupakan perintah langsung dari Bawaslu RI. "Kami melakukan pengawasan secara serentak di seluruh Bali, untuk memastikan pemilih yang sudah masuk dalam DPT HP2 segera melakukan perekaman KTP E.," tutur Ketua Ketua Bawaslu Bali Periode 2013-2018 ini.

Kegiatan itu cukup penting kata Rudia lantaran pada H pencoblosan, pemilih disamping membawa surat C6, juga harus menunjukkan identitas berupa KTP E. Pihaknya Disdukcapil agar melakukan upaya-upaya yang maksimal agar pemilih yang sudah ada di DPT HP2 tapi belum perekaman bisa perekaman segera.

"Kami juga menghimbau warga yang bekum masuk dalam DPT Pemilu 2019 agar segera melakukan perekaman KTP E, agar hak pilihnya nanti tidak hilang," imbau Rudia.

Plt Disdukcapil Kota Denpasar AA Istri Agung menjelaskan, gerakan jemput bola yang diinstruksikan Kementrian Dalam Negeri di sampimg menyasar pemilih yang masuk dalam DPT HP 2 tapi belum perekaman, juga menyasar pemilih yang belum dalam DPT Pemilu 2019.

Secara bertahap pihaknya akan bergerak ke daerah lainnya di Kota Denpasar dimulai dari Kantor Desa Ubung Kaja.

Pihaknya menyasar pemilih yang pada tanggal 17 April nanti berumur 17 tahun. Mereka yang kelahiran 2002, dalam waktu pihaknya akan melakukan perekaman terhadap mereka. Sebenarnya sekarang bisa, tapi karena aplikasinya belum siap, mereka belum di rekam," jelas Istri.

Disebutkam, jumlah pemilih dengan kelahiran 2002 di Denpasar berdasarkan data, mencapai angka 3 ribuan lebih. Diketahui, DPT HP2 hasil perbaikan telah di tetapkan KPU RI, 15 Desember 2018. Berdasarkan penetapan tersebut jumlah pemilih di Bali sebanyak 3.130.288 pemilih. Tersebar di 12.384 TPS se-Bali. (rhm)
Loading...

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi