menu
search

Ratusan Alumni UGM Dukung Prabowo, Sudirman: Pemilu Curang, Rakyat Marah

Sabtu, 15 Desember 2018 : 16.56
Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo Sandi, Sudirman Said saat deklarasi ratusan alumni UGM Pendukung Prabowo Sandi (Relagama PAS) di Sleman/foto:istimewa
SLEMAN - Aparatur negara dan penyelenggara Pemilu 2019 diingatkan agar jangan sampai melakukan tindak kecurangan karena hal itu akan membuat marah rakyat.

Praktek korupsi dan kecurangan yang dilakukan oknum pejabat negara sejatinya yang selama ini menjadi korban adalah rakyat sehingga mereka sangat muak dengan ulah pelayan rakyat yang justru melakukan tindakan tercela.

Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional ((BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said mengungkapkan hal itu dalam acara deklarasi Relawan Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) Pendukung Prabowo-Sandi (Relagama PAS),di Sleman, Yogyakarta, Sabtu 15 Desember 2018.

Dia mencontohkan, ekspresi masyarakat Cianjur atas tertangkapnya Bupati Cianjur oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan rakyat sudah muak dengan pemimpin curang. "Karenanya begitu pemimpin curang tertangkap mereka melepaskan kemuakannya dengan cara mereka sendiri," tukasnya dihadapan ratusan alumni UGM.

Rakyat mengekspresikan kegembiraanya atas OTT KPK atas bupatinya di Cianjur Jawa Barat. Ada yang pesta bikin nasi liwet. Supir-supir angkot menggratiskan penumpangnya. "Ini ekspresi tulus dari masyarakat yang muak dab benci atas kecurangan, keculasan, dan praktik korupsi pejabat negara," tuturnya.

Dengan gejala di masyarakat yang demikian, Sudirman menyampaikan pesan kepada aparat negara untuk jangan coba-coba berbuat curang dalam Pemilu 2019. Karena rakyat bisa sangat marah, jika pejabat negara yang dibayar dari uang rakyat justru berkhianat pada rakyat.

Untuk itu, aparat kepolisian, intelijen, KPU, Panwas, dan semua yang memiliki tugas mengawal Pemilu 2019 diingatkan jangan sekali-sekali mencoba berbuat curang. "Karena hal itu hanya akan membuat rakyat marah," tegas Sudirman.

"Anda semua alat negara, bukan alat pemerintah. Pengabdian Anda semua pada negara, pada rakyat, bukan pada pemerintah. Pemerintah bisa berganti, tetapi rakyat tetap ada siapa pun yang memerintah. Jangan khianati mereka karena yang membayar Anda semua adalah rakyat. Bukan pemerintah," tegas Sudirman.

Direktur Relawan BPN PADI, Ferry Mursidan Baldan melontarkan hal senada. Kualitas peradaban sebuah bangsa ditunjukkan dengan penyelenggaraan Pemilu. "Kalau pemilunya curang, berarti peradabannya masih rendah," ucapnya dalam acara yang dihadiri pula Ketua BPN PADI, Joko Santoso. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua