menu
search

Raih Penghargaan Kesetiakawanan Sosial Kemensos, Ini yang Diperbuat Selly Dharmawijaya

Senin, 31 Desember 2018 : 08.07
Selly Dharmawijaya menunjukkan penghargaan Kesetiakawanan Sosial dari Kemensos
DENPASAR - Kementerian Sosial (Kemensos) RI menganugrahkan pengharagaan kesetiakawanan sosial kepada I.A Selly Dharmawijaya karena dinilai memiliki komitmen dan kepedulian yang tinggi dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial melalui pemberdayaan penyandang disabilitas di Kota Denpasar.

Penghargaan diterima Rabu (19/12) lalu di Jakarta. Pengharagaan ini tak terlepas dari komitmen dalam mewujudkan kepedulian kesejahteraan sosial yang telah melekat dalam sosok Selly sebagai istri Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra.

Kepedulian itu dibuktikan lewat berbagai program dan inovasi dalam melakukan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas, hingga lansia.

Inovasi Ny. Selly bersama K3S sebagai mitra Pemkot Denpasar dalam bidang sosial seperti melakukan pemberdayaan dalam kreatifitas Diasabilitas menyanyi, bermain musik hingga berwirausaha lewat bentukan Difablepreneur.

Bunda Selly sapaan akrabnya, bagi penyandang disabilitas sangat dikenal dekat dan familiar. Keterbatasan bukan menjadi halangan untuk berkreatifitas. Hal itulah yang menjadi pegangan Ny. Selly dalam merangkul disabilitas untuk berdaya, dan berkarya.

Tidak hanya menyerahkan bantuan seperti kursi roda, tongkat ketiak, tongkat kaki empat, alat bantu dengar, tongkat tuna netra, pelatihan wirausaha, hingga bantuan sembako serta modal usaha, namun juga berkomitmen memberikan disabilitas ruang berkreativitas.

“Penghargaan ini menjadi cambuk motivasi bersama untuk terus meningkatkan kepedulian kesejahteraan sosial bersama, serta penghargaan ini saya persembahkan kepada seluruh penyandang disabilitas” ujar Selly saat mengunjungi dan memotivasi disabilitas di stand Difabelpreneur Denpasar Festival 2018, Minggu 30 Desember 2018.

Langkah pemberdayaan bersama bagi disabilitas tentunya tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, namun dibutuhkan sinergitas bersama seluruh elemen masyarakat. Pemberdayaan menjadi greget K3S bersama Dinas Sosial dalam merangkul dan memberikan mereka ruang, serta kesempatan yang sama disetiap lini pembangunan Kota Denpasar.

“Disabiltas Denpasar banyak yang telah bergelut untuk berwirausaha, seperti membuat kue, tata rias, melukis, penulis, intertaimen, hingga produk kerajinan,” ujarnya. Dari keberadaan difabelpreneur ini pihaknya terus memberikan langkah pemberdayaan, seperti pelatihan, motivasi, yang tak terlepas juga memberikan ruang kreatifitas.

Menurutnya tanpa memberikan ruang dan kesempatan dalam menunjukan kreatifitasnya sehingga mereka terus bersemnagat untuk berkarya dan berdaya bersama.

Pemilihan Putra Putri Tuli salah satu dari ruang kreatifitas yang secara bergulir terus diberikan kepada komunitas Tuli, hingga merangkul Disbilitas Tuna Netra dalam berkreatifitas berkesinian hingga berwirausaha.

Dia melanjutkan, keberadaan Rumah Berdaya Kota Denpasar sebagai wadah berkumpul penyandang Skizofrenia di Kota Denpasar. dalam wadah ini mereka telah mampu berdaya dan berkreativitas bersama dengan tetap memperhartikan kesehatan berdaya dan berkarya bersama yang telah mampu menghasilkan manfaat tersenderi bagi kehidupan sehari-hari mereka.

Kegiatan seperti mengolah limbah sabun hotel untuk dijadikan sabun kembali telah dipasarkan dan kita dukung melalui beberapa hotel yang ada di Kota Denpasar. Mengolah kain perca sprai hotel yang dijadikan tas tangan yang kreatif, hingga menghasilkan t-shirt lukis dari hasil karya para penyandang skizofrenia. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua